Postingan

Puisi: Kangen (Karya Gunoto Saparie)

Kangen rinduku api dalam sekam mungkin abadi, tak juga padam betapa jauh kau tak tergapai puisi-puisi pun terserak sunyi rinduku api dalam sekam mung…

Puisi: Dongeng Nenek Sebelum Tidur (Karya Gunoto Saparie)

Dongeng Nenek Sebelum Tidur dongeng nenek sebelum tidur di masa-masa kanakku kini makin mengabur karena bahasa dan jarak waktu namun aku ingat nama s…

Puisi: Perang (Karya Ook Nugroho)

Perang Setiap hari adalah peperangan  Kita di medan tak bernama ini Menembakkan peluru-peluru sunyi Kepada lawan tiada dikenal Wajah dan warna seraga…

Puisi: Menunggu Gerimis Reda (Karya Gunoto Saparie)

Menunggu Gerimis Reda ketika angin malam mendesir ranting dan dedaunan pun gemetar kaukah menunggu gerimis reda ? detik arlojimu cemas tak b…

Puisi: Ketika Aku Tak Lagi Menjadi Aku (Karya Rizal De Loesie)

Ketika Aku Tak Lagi Menjadi Aku Siapa aku ketika tak lagi sibuk menjadi aku? Aku duduk mendengar napas sendiri. Tarik. Hembus… Lama-lama suara itu bu…

Puisi: Bertemulah Engkau dengan Mempelaiku (Karya Shinta Miranda)

Bertemulah Engkau dengan Mempelaiku Bulan nopember saat angin lebih rajin menari salsa Dan sulit buat diri ini mengikuti iramanya Maka kedua kakiku l…

Puisi: Keberangkatan (Karya Gunoto Saparie)

Keberangkatan dan kau pun bergegas dalam gerimis           ketika malam berjalan makin jauh           kabut turun merayap sampai subuh menyelinap ke …

Puisi: Sekiranya bukan Kalau (Karya Idrus Tintin)

Sekiranya bukan Kalau Kalau seluruh laut bersatu alangkah besarnya laut Kalau seluruh pepohonan bersatu alangkah besarnya pohon …

Puisi: Pada Sebuah Kota Lama (Karya Gunoto Saparie)

Pada Sebuah Kota Lama pada sebuah kota lama kutemukan duka ada rasa cemas akan kehilangan ada jejak-jejak yang masih membekas ketika riwayat membeku …
© Sepenuhnya. All rights reserved.