Puisi: Ladies Parking (Karya Faris Al Faisal) Ladies Parking Para ladies itu turun dari mobil-mobilnya. Melangkah di markah jalan yang tak biasa. Area parkir telah disulap, keajaiban warna pink …
Puisi: Di Serambi Masjid Agung Demak (Karya Gunoto Saparie) Di Serambi Masjid Agung Demak gerimis berjatuhan di halaman masjid ketika jemaah menyelesaikan salat selamat malam, demak yang basah aku pun mencari …
Puisi: Tol-Tol Itu sampai ke Laut (Karya Faris Al Faisal) Tol-Tol Itu sampai ke Laut Jalan baru: tol-tol itu sampai ke laut, ke warna kebiruan yang memeluk tubuh. Selancar bagi roda-roda kendaraan, meningga…
Puisi: Magrib Pun Tiba Terbata-bata (Karya Gunoto Saparie) Magrib Pun Tiba Terbata-bata magrib pun tiba terbata-bata ketika kau mengeja ayat-ayat suci di luar jendela gugur dedaunan tua ada seekor kelelawar t…
Puisi: Mata Bulat (Karya Gunoto Saparie) Mata Bulat mata bulat sebening telaga polos menatap cermin retak seusai gelisah dalam tidurnya ada isyarat di luar kehendak 2021 Analisis Puisi: Puis…
Puisi: Abad 21 (Karya Gunoto Saparie) Abad 21 pada abad 21 kita tak tahu lagi perbedaan siang dan malam menyangka langit ternyata bumi di kejauhan cakrawala begitu kelam pada abad 21 kita…
Puisi: Giveaway (Karya Faris Al Faisal) Giveaway Di jalan, konflik selalu membuntuti. Seperti air mengalir di paralon, mendorong keluar. Ia mengambil alih pikiran, berlari dan melompat ke …
Puisi: Usia (Karya Gunoto Saparie) Usia daun-daun berguguran tiba-tiba suara siapakah itu gerangan ketika senja mengendap di halaman benarkah aku gemetar ingat usia? bahwa jutaan kenan…
Puisi: Sampur Gandrung (Karya Rissa Churria) Sampur Gandrung akulah gandrung banyuwangi penari yang saban hari melenggok ke kanan kiri di antara tubuhmu mewakili cerita dalam lakon hidup serupa …
Puisi: Seolah Engkau Mengerti (Karya Melki Deni) Seolah Engkau Mengerti Seolah engkau tak pernah mengerti: mengapa Tuhan tidak sanggup menerobos tembokmu yang tinggi sekali, dan meruntuhkan kepalamu…
Puisi: Paradoks Kota (Karya Melki Deni) Paradoks Kota Waktu masih kanak-kanak kita bermain patgulipat di antara bunga-bunga dan kolong dapur; sebelum alat-alat berat melebarkan jalan-jalan;…
Puisi: Di Kaki Gunung Lawu (Karya Nia Samsihono) Di Kaki Gunung Lawu Rerimbun daun setapak Cemoro Sewu Stroberi merah mewarnai gunung itu Langit biru asam manis semangat menggebu Desis angin berbis…