Puisi: Dalam Kamar (Karya Gunoto Saparie) Dalam Kamar dalam gelap kamarmu di malam jahanam itu dua titik nyala matamu membakarku, menghanguskanku apakah benar kau menyayangiku? apakah benar a…
Puisi: Lagu Sedih (Karya Gunoto Saparie) Lagu Sedih lagu sedih itu kau putar lagi untuk kesekian kali berulang-ulang tiap hari apakah kenangan bisa kembali? lagu sedih itu terbawa mimpi dala…
Puisi: Engkau pun Menunggu (Karya Gunoto Saparie) Engkau pun Menunggu engkau pun menunggu di ujung malam sebelum kereta api sampai di stasiun sebelum lagu sedih makin terdengar rawan sebelum lampu-la…
Puisi: Auman-Mu (Karya Melki Deni) Auman-Mu Sion terdengar sampai kini, seketika langit dan bumi berguncang-guncang, seketika dunia berlari begitu gesit. Sementara jutaan orang masih m…
Puisi: Dongeng Nenek Sebelum Tidur (Karya Gunoto Saparie) Dongeng Nenek Sebelum Tidur dongeng nenek sebelum tidur di masa-masa kanakku kini makin mengabur karena bahasa dan jarak waktu namun aku ingat nama s…
Puisi: Ponsel Pintar (Karya Melki Deni) Ponsel Pintar Ponsel, yang dijual mahal di toko-toko, Yang dibawa ke mana-mana, Yang menggenggam dunia, sejarah, jarak, garis dan kita Tak bosan-bosa…
Puisi: Pesona Alam Hijau (Karya Faozan Tri Nugroho) Pesona Alam Hijau Terperosok pada hamparan hijau Menggantung pada nuansa manja ilalang Tunggu! Akan kuhirup perlahan aroma rumput ini Sebab, kutahu i…
Puisi: Termaktub (Karya Rizqiyatul Hidayah) Termaktub Bangunan kokoh menjulang tinggi Berjajar, berbaris rapi Derap langkah yang sia-sia Namun dibaliknya ada ma'na berharga Karena setiap ya…
Puisi: Gerilyawan (Karya Gunoto Saparie) Gerilyawan dalam kegelapan malam mereka pun tiarap, lalu merangkak mereka bergegas menembus kelam terus maju, "merdeka atau menjadi budak!"…
Puisi: Empat Catatan Mama (Karya Dhery Ane) Empat Catatan Mama : mengenang tenggelamnya Nanggala 402 /1/ mama menyanyikan mazmur di ruang kesunyian altar ketika kepergian anaknya adalah perjala…