Puisi Amanda Amalia Putri

Puisi: Aliran Hitam Memasang Peringatan (Karya Amanda Amalia Putri)

Aliran Hitam Memasang Peringatan Sel darah putih membekukan sumsum tulang Bambu runcing menusuk sepasang bola mata yang berkedip-kedip Tabung gas dip…

Puisi: Skeptis (Karya Amanda Amalia Putri)

Skeptis Untuk bicara saja sudah takut, menggigil hebat bak diterpa angin segar Tepi bibir terkoyak digairahkan oleh kebuasan liar Menggigit jari adal…

Puisi: Gagal Makan (Karya Amanda Amalia Putri)

Gagal Makan Setiap hari harus makan hati Lauk pauk yang harganya selangit Tidak sepadan dengan jumlah uang yang dikeluarkan dari saku celana Rasa yan…

Puisi: Samar-Samar Istimewa (Karya Amanda Amalia Putri)

Samar-Samar Istimewa Katanya perempuan sangat diistimewakan Namun di rumah kami hal seperti itu tidak pernah ada Perempuan dituntut menjadi makhluk y…

Puisi: Kegilaan di Malam Hari (Karya Amanda Amalia Putri)

Kegilaan di Malam Hari Kita seperti bunga yang bermekaran di waktu malam Kita seperti magnet yang saling tarik-menarik Mendekat, ujung hingga ujung k…

Puisi: Tolak Manipulasi (Karya Amanda Amalia Putri)

Tolak Manipulasi Sama halnya dengan menjaring angin, sebotol minuman keras Juga bisa menenggelamkan dua wajah Hasrat liar tidak bertanggung jawab ata…

Puisi: Bahagia (Karya Amanda Amalia Putri)

Bahagia Bahagia itu sederhana Hadiah hiburan yang menyenangkan Giliranku untuk menyalurkan kejenakaan Akhir kata mengatur besar kecil volume suara Ke…

Puisi: Haus Atensi (Karya Amanda Amalia Putri)

Haus Atensi Sejak awal aku merasa cemas karena kehadiranmu Akan menjadi ancaman serius Kau terlalu terang-terangan Mengatasnamakan cinta dengan berar…

Puisi: Pesta Malam (Karya Amanda Amalia Putri)

Pesta Malam Datang dan bergabunglah Kemilau kembang api mengusir sepi di kesendirian Terompet lidah julur menjamah gendang telinga Jangan diam saja, …

Puisi: Rumah Singgah (Karya Amanda Amalia Putri)

Rumah Singgah Rumah tidak selalu berbentuk bangunan Yang dimaksud adalah seseorang yang sangat dicintai, Di mana aku bisa merasakan debaran jantung m…

Puisi: Pertanyaan Tanpa Jawaban (Karya Amanda Amalia Putri)

Pertanyaan Tanpa Jawaban Sebenarnya apa yang salah denganku? Bahkan sekarang tidak ada hal yang lebih penting selain membenci diri sendiri Sejauh man…

Puisi: Harmoni Indra (Karya Amanda Amalia Putri)

Harmoni Indra Mata bertemu mara Telinga bertemu pendengar Hidung bertemu kembang kempis Mulut bertemu tindak tanduk Jemari bertemu petisi Rawan memba…

Puisi: Waktu, Ruang, dan Perhatian (Karya Amanda Amalia Putri)

Waktu, Ruang, dan Perhatian Kecemasan terhadap hubungan antar lawan jenis Semakin memperketat pengawasan Menekankan aturan yang berlaku dalam dua dun…
© Sepenuhnya. All rights reserved.