Puisi Frans Nadjira

Puisi: Jubah Pucat Lilin-Lilin (Karya Frans Nadjira)

Jubah Pucat Lilin-Lilin Yang berdetak  Mendingin di jarum jam. Manusia bergegas  Seperti gelombang asap Melewati pintu demi pintu Berd…

Puisi: Tengah Malam (Karya Frans Nadjira)

Tengah Malam   Mustahil aku tidur selama anak-anak itu di sini memainkan bayang tubuhnya gepeng seperti wayang Berapa lama kau mengatur…

Puisi: Sajak Cinta Malam Paskah (Karya Frans Nadjira)

Sajak Cinta Malam Paskah         Sarungkanlah pedangmu kembali         karena semua orang yang main pedang         akan mati dengan pedang. Ini saja …

Puisi: Siang di Pekarangan (Karya Frans Nadjira)

Siang di Pekarangan Lengang menyelinap     di antara bayang-bayang         ketiak daun seekor kumbang kelapa     menyeret dirinya         di atas pas…

Puisi: Sekawan Semut (Karya Frans Nadjira)

Sekawan Semut Sekawanan semut menyeret kepala ikan sebelum menyebar gelap malam di halaman. Langit mencerca         dirinya sendiri sepanjang hari. S…

Puisi: Menyeberang Jembatan (Karya Frans Nadjira)

Menyeberang Jembatan Denyut nadi, gelisah burung malam Jembatan terbungkus derai hujan. Menyeberang  jembatan Seorang perempuan terbenam…

Puisi: Seekor Burung Tersesat di Taman Matahari Terbenam (Karya Frans Nadjira)

Seekor Burung Tersesat di Taman Matahari Terbenam Gelak tawa, adalah sebuah ledakan yang melemparkan kita dari dunia dan menjatuh…

Puisi: Pidato Seorang Mahasiswa di Makam Pahlawan (Karya Frans Nadjira)

Pidato Seorang Mahasiswa di Makam Pahlawan Puasa kesabaranku usai sudah. Sampai ke batas. Di depan pintu-pintu bisu Berjuta mata menatap …

Puisi: M.E. (Karya Frans Nadjira)

M.E.                 seandainya aku memahami debu                 tentu percintaan kami tak                 berakhir dengan kesedihan ... Sebab ia se…

Puisi: Jendela (Karya Frans Nadjira)

Jendela Geser sedikit tirai itu agar cahaya matahari dapat langsung masuk ke dalam kamarku sebab biasanya ia pada saat-saat sepe…

Puisi: Nyanyi Sunyi Seorang Ibu Palestina (Karya Frans Nadjira)

Nyanyi Sunyi Seorang Ibu Palestina Kita mewarisi dunia duka tak terurai Mewarisi pintu-pintu rahasia terselubung kabut hitam. Meny…

Puisi: P.B. (Karya Frans Nadjira)

P.B. Musim kupu-kupu musim terakhir yang menyapanya sebelum berlayar di laut gerimis.         Ia mengenal isak ini warna kemarau dan tepi malam sampa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.