Puisi Hasbi Burman

Puisi: Puing Gempa dan Lingkar Tsunami (Karya Hasbi Burman)

Puing Gempa dan Lingkar Tsunami Tentang puing gempa kita tercenung Angin sedang lirih Melelehkan kepedihan …

Puisi: Pelangi (Karya Hasbi Burman)

Pelangi (Buat Penyair) Angin senja setia kali kita menatapnya ada suatu bahasa yang menentukan lewat garis…

Puisi: Lailatur Qadar (Karya Hasbi Burman)

Lailatur Qadar Tak ada seperti dulu lagi Wangi meugang dan gurih rendang Asap lemang Ramadan dengan renda iman Adalah Lailatul Qadar pemb…

Puisi: Istri (Karya Hasbi Burman)

Istri Istri menangis terisak di tepi ranjang karena suaminya tak jadi berangkat perang. 28 September 2015 Analisis Puisi : Puisi ini, d…

Puisi: Senja (Karya Hasbi Burman)

Senja Ketika kau merenda senja kupungut sesuatu dari senja hatimu kelelawar bersilangan antara kau dan waktu membekukan lincah angin ada sa…

Puisi: Deru Hati Rindu (Karya Hasbi Burman)

Deru Hati Rindu Sering kuterbangkan rindu Pada batu-batu Angin senjakala Dan malam adalah engkau yang karam Ke dalam kelam Kupandang ti…

Puisi: Kata-Kata (Karya Hasbi Burman)

Kata-Kata Kupungut satu-satu kata-kata luruh dari mulutmu tidak seperti diucapkan layaknya angin atau seperti bunglon berlari. 201…

Puisi: Kuala Meurisi (Karya Hasbi Burman)

Kuala Meurisi Bayangan meurendam dewi Berenang di wajahmu Di udik mengayuh harapan Di udik juga menemui sesuatu Yang dikejar orang - orang …

Puisi: Kepada Isnu Kembara (Karya Hasbi Burman)

Kepada Isnu Kembara Seperti Isnu Kembara yang mengetuk mengetuk pintu asmara yang setiap saat menangisi cinta rindu lantang bercakap tentang …

Puisi: Isnu Kembara (Karya Hasbi Burman)

Isnu Kembara Dulu kita akrab bercakap-cakap tentang riuh angin dan debur ombak Lhok Aron yang tak pernah diam. Saat selangkah demi selangka…

Puisi: Jemputan (Karya Hasbi Burman)

Jemputan Pada jemputan selanjutnya Angin bergerak Memoles wajah laut Sebuah pelayaran Di atas menempel bulan tembaga Jemputan demi jemp…

Puisi: Angin Pagi Koetaradja (Karya Hasbi Burman)

Angin Pagi Koetaradja Angin pagi Aidul Fitri di sini dahulu angin segar meneguk gurih asap penganan kicau burung merdu bahasa-bahasa penghul…

Puisi: Langkah-Langkah Cinta (Karya Hasbi Burman)

Langkah-Langkah Cinta Suit angin pagi hari ini desah suaranya semakin jauh menapak belukar cita dan gapai sudah lunglai sebelum titik pertemu…

Puisi: Lhok Geulumpang (Karya Hasbi Burman)

Lhok Geulumpang Kapal asing itu melirik mencium bau teluk yang wangi Hok Canton melabuhkan rasa lewat tali jangkar merambah sampai ke Ringa…

Puisi: Bagi Pratiwi (Karya Hasbi Burman)

Bagi Pratiwi (sebuah kado ulang tahun) Selamat berulang tahun betapa tegak usia yang meranggah adalah masa si…

Puisi: Selamat Tinggal Cinta (Karya Hasbi Burman)

Selamat Tinggal Cinta Teluk semakin tertutup buat kapal-kapal termangu tanpa ada yang membelai kecuali ombak laut dan baris-baris kenangan ya…
© Sepenuhnya. All rights reserved.