Puisi Lalik Kongkar

Puisi: Rabu yang Menyatukan (Karya Lalik Kongkar)

Rabu yang Menyatukan Rabu menyatukan senja, jalan kota basah, dan secangkir kopi dalam sajak biru untuk kita nikmati Rabu pertama di bulan April, sek…

Puisi: Melodi Kehidupan (Karya Lalik Kongkar)

Melodi Kehidupan Hidup penuh perjuangan bagaikan sebait nada musik Semakin merdu dan semakin terpakau Bagaikan gelora asmara yang membara Andai aku b…

Puisi: Karena Rindu (Karya Lalik Kongkar)

Karena Rindu Hati sedang dilanda rindu Jadi lupa untuk melakukan itu Yang kutahu hati sedang menuntut temu Diajak bicara pun sudah tak nafsu Ini semu…

Puisi: Dalam Doaku Masih Ada Namamu (Karya Lalik Kongkar)

Dalam Doaku Masih Ada Namamu Setiap malam aku masih bertelut Menyebutkan namamu dalam barisan doaku Sekali pun aku tak pernah mengutukmu Dalam kemara…

Puisi: Masih Ada Waktu (Karya Lalik Kongkar)

Masih Ada Waktu Raut sembilu wajah yang lugu Entah karena tak tahu Atau mungkin tak perlu tahu Dengan hangatnya dunia yang fana ini Membakar dan memb…

Puisi: Suatu Hari di Sudut Kota (Karya Lalik Kongkar)

Suatu Hari di Sudut Kota Di senja yang masih terik itu ketika angin kering berhembus mengiringi langkahku Dengan samar yang nampak dari jauh mataku t…

Puisi: Pulanglah, Kasihku! (Karya Lalik Kongkar)

Pulanglah, Kasihku! Hujan hampir merinai Sedangkan kau tak juga tiba Mungkin kau lupa Janji temu di sore ini Mungkin kau juga tak ingat Aku tak hanya…

Puisi: Aku Mengaku (Karya Lalik Kongkar)

Aku Mengaku Masih aku terpaku Retak muka remuk raga Merindukanmu seperti batu Tatapan mata selalu di angan Merajut rindu bergelayut Menantimu seperti…

Puisi: Surat untuk DPR (Karya Lalik Kongkar)

Surat untuk DPR Aku tak akan mengaku Sekalipun anak seorang menteri Aku tak akan berpangku Meski aku dihormati Sekalipun aku seorang fakir Namun tiad…

Puisi: Mimpi Buruk (Karya Lalik Kongkar)

Mimpi Buruk Pekik mengusik sunyi Pilu dan gundah menyayat menusuk sukma Kini waktu terasa hamba Dan hari seperti mati Aku tak percaya Namun semuanya …

Puisi: Enu Adalah Judul dari Puisiku (Karya Lalik Kongkar)

Enu Adalah Judul dari Puisiku Masih terngiang pertemuan perdana kala itu Belum mengenal serta belum bersua Dua insan berbeda kota bertemu di saat yan…

Puisi: Bicara dalam Diam (Karya Lalik Kongkar)

Bicara dalam Diam Bicara senja Tak habis kata 'tuk memuja Pada tahta jingga yang meraja Meminta hati teramat manja Kembali menunduk penuh sahaja …

Puisi: Jiwa yang Karam (Karya Lalik Kongkar)

Jiwa yang Karam Ketika mulut terbius sunyi Langkah kakipun terpatri Sinaran bulan bersembunyi Hiaskan hati menyendiri Bibir terkunci Langkah rindu me…

Puisi: Nyanyian Rindu (Karya Lalik Kongkar)

Nyanyian Rindu Nyanyikan lagu rindu kekasih hati Ku mendayu merdu menggores kedalam kalbu Terjebak sepi dalam lamunan rindu Menantang sepi dalam kete…

Puisi: Menguliti Rasa (Karya Lalik Kongkar)

Menguliti Rasa Laku-laku waktu yang berlalu Tanpa sedikit pun aku meminta jeda Di antara lajunya waktu Detik-detik menguliti rasa Tiada yang bisa kuk…
© Sepenuhnya. All rights reserved.