Puisi Ook Nugroho

Puisi: Tabungan (Karya Ook Nugroho)

Tabungan Harta dunia Tiada kupunya Simpanan akherat Luput kudapat Hanyalah ini Sekerat syahwat Timbanglah olehmu Sepenuh hasrat Di binal ranjang Di b…

Puisi: Peminum Kopi (Karya Ook Nugroho)

Peminum Kopi Untuk setiap puisi Aku perlukan secangkir kopi Campurkan gula secukupnya: Puisi juga butuh semacam pemanis Barangkali sebaiknya pada pen…

Puisi: Pada Suatu Pagi (Karya Ook Nugroho)

Pada Suatu Pagi Karena jalan macet pada pagi itu kita jadi sempat mengamati lebih jelas wajah orang-orang di pinggir jalan. Bahkan rumputan liar di l…

Puisi: Menunggu (Karya Ook Nugroho)

Menunggu Kematian menciptakan kerepotan Mendadak di rumah kontrakan Kami yang kecil Kursi-kursi plastik diajarkan Di teras yang sempit itu Panganan s…

Puisi: Museum (Karya Ook Nugroho)

Museum Rak-rak kaca Menyimpan rerupa senjata Beribu nian di lubuknya kisah Memuara hanya di arus darah Ini katapel nabi Daud Yang itu keris jahat pen…

Puisi: Sketsa Malam (Karya Ook Nugroho)

Sketsa Malam Sepi meronda Menjaga mulut gang Kota yang lelah Penat oleh pengkhianatan Menitipkan mimpinya Pada pucat lelampu Rumah-rumah Seperti meme…

Puisi: Hujan (Karya Ook Nugroho)

Hujan Hujan melukis kesunyianmu. Genangan di jalan memantulkannya kembali dan lampu-lampu dan malam hari membuatnya sempurna seperti adegan dalam seb…

Puisi: Setindak-Setindak Lurus Jalan Bidak (Karya Ook Nugroho)

Setindak-Setindak Lurus Jalan Bidak Aku suka pada bidak Aku terpesona pada jalannya beringsut Jalannya tak pernah terburu Dari dulu sudah begitu Seti…

Puisi: Roti (Karya Ook Nugroho)

Roti Kami diberitahu Tubuh tuhan adalah roti Tersaji saban pagi Di altar tinggi Ke tempat itu Kami saksikan serangga Pelacur dan juru sita Terbang me…

Puisi: Piknik ke Pantai (Karya Ook Nugroho)

Piknik ke Pantai : Frida Nathania Kalau jadi nanti Pergi piknik ke pantai Tolong sampaikan salam saya Kepada ombak Kepada samudra Kepada cakrawala Bi…

Puisi: Di Perpustakaan (Karya Ook Nugroho)

Di Perpustakaan Kau pernah berjanji menawariku sejumlah jawaban, sejumlah alasan, untuk sekian kesangsian yang melahirkanku ke dunia. Tapi tak kau se…

Puisi: Pemulung Sore (Karya Ook Nugroho)

Pemulung Sore Sengaja kususuri sore Di trotoar kutemukan Sayup sisa makian siang Kata-kata berceceran Lepas dari sumber kisahnya Ada yang tak utuh la…

Puisi: Mudik (Karya Ook Nugroho)

Mudik ( 1 ) Jika kata-kata ini dibolehkan mudik Ke mana kiranya mereka bakal mudik? Kukira mereka akan kembali Ke mula bahasa, ke pangkal bunyi Pulan…

Puisi: Di Ruang Itu (Karya Ook Nugroho)

Di Ruang Itu Di ruang itu Kami bertiga saja Bapa, dia dan saya Adapun Bapa Diam dan rahasia Sebagai biasa Adapaun dia (Dan saya) Saling mereka Lelako…

Puisi: Tiga Pasang Sepatu (Karya Ook Nugroho)

Tiga Pasang Sepatu Nah, ia kini sudah punya tiga pasang sepatu: Sepatu kerja, sepatu buat santai Satunya lagi sepatu khusus ke gereja Sungguh celaka …
© Sepenuhnya. All rights reserved.