Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Perpisahan

Puisi: Tentang Renggang (Karya Khusnu Al Mufidah)

Tentang Renggang Merindukanmu menghadirkan luka yang kubalut tawa Menertawai kebodohan tentang harap Bahwa semua kembali semula Berbunga-bunga dan ba…

Puisi: Kau Boleh Menangis (Karya Mahdi Idris)

Kau Boleh Menangis Kau boleh menangisi kepergianku yang pernah singgah mengisah di bilik tua tentang sekerat cinta yang kutaburi gu…

Puisi: Diploma Pembatas Kisah (Karya A. Munandar)

Diploma Pembatas Kisah Jika memang kita berdiri pada 'seharusnya' sudah seharusnya kita berhenti sudah seharusnya kita menjauh dari s…

Puisi: Kepada GM (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kepada GM Sesudah keberangkatan itu, kita kembali sendiri-sendiri, -ada yang lepas dan tanggal mengabadi dalam mimpi. Sesudah keberangkata…

Puisi: Perpisahan (Karya F. Rahardi)

Perpisahan (Di Stasiun Bis Ambarawa) kami berderet di stasiun bis kecil ini mengantar kepergian mereka : bayangan-bayangan itu yang tak pe…

Puisi: Kepada Kawan (Karya Chairil Anwar)

Kepada Kawan Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat, mencengkam dari belakang 'tika kita tidak melihat, selama masih menggelombang dalam dad…

Puisi: Selamat Jalan (Karya Mahdi Idris)

Selamat Jalan Kulambai tangan menyapamu terakhir saat hujan reda air tergenang sebatas lutut; lumpur menempel pada dinding kamar. …

Puisi: Selamat Berpisah (Karya M. Udaya Syamsudin)

Selamat Berpisah Tak lagi ada tawa Tak lagi ada tangis Tak lagi ada marahmu Kini kau akan pergi Tak lagi ada nyanyi Tak lagi ada puisi Tak lagi ada d…

Puisi: Sebuah Perjalanan (Karya Eka Budianta)

Sebuah Perjalanan Kekasihmu telah pergi jauh melalui liku-liku di pegunungan menyusuri jalan pasir sepanjang…

Puisi: Garis (Karya Sapardi Djoko Damono)

Garis Menyayat garis-garis hitam atas warna keemasan; di musim apa Kita mesti berpisah tanpa membungkukka…

Puisi: Semacam Perpisahan (Karya Toeti Heraty)

Semacam Perpisahan Antara pohon dan semak diiringi bunyi ranting terinjak kau tuntun aku ke jembatan rapuh:         "tempat sepi ini ingin      …

Puisi: Titik bukan Koma (Karya Raedu Basha)

Titik bukan Koma Yang hilang sekarang Yang datang dari silam Yang kini datang Kelak pun petang. Nyanyi…

Puisi: Hari Itu (Karya A. Munandar)

Hari Itu Hentakan nafas yang memburu hembusan kenangan manis, mengangkat utuh keistimewaan cinta yang begitu lama tersembunyi. Kita. …

Puisi: Akhir (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Akhir Alhamdulillah ialah akhir perjalanan hembusan nafas paling panjang. Terhampar jejak dari puncak paling bijak. Di balik pi…

Puisi: Kita Berpisah dalam Kuyup Waktu (Karya Korrie Layun Rampan)

Kita Berpisah dalam Kuyup Waktu Kita berpisah dalam kuyup Waktu Menapak lengang Sejarah, menyadap resah tempat demi tempat Membongkar padang akal di …
© Sepenuhnya. All rights reserved.