Puisi Putu Oka Sukanta

Puisi: Di Kaki-Kaki Tangkuban Perahu (Karya Putu Oka Sukanta)

Di Kaki-Kaki Tangkuban Perahu (1) Malam disambut suara-suara kecapi matahari dibernasi suara-suara aksi. Kelincahan jari ditali-tali kecapi …

Puisi: Marsinah (Karya Putu Oka Sukanta)

Marsinah Marsinah bukanlah sebuah salam Disambut burung gagak pembawa berita kematiannya Marsinah bukanlah…

Puisi: Tolong Pak Presiden Baru (Karya Putu Oka Sukanta)

Tolong Pak Presiden Baru Tolong hati-hati membawa pantat jangan sampai basah kebanyakan dijilat. Tolong h…

Puisi: Groningen, Kota Utara Belanda (Karya Putu Oka Sukanta)

Groningen, Kota Utara Belanda (Buat Thomas R.) Groningen, kota di utara Belanda Dipendam dingin dan senyap hati penuh tanda tanya …

Puisi: Mereka Berikan Aku (Karya Putu Oka Sukanta)

Mereka Berikan Aku Mereka berikan aku sebungkah keberanian Mengalir di sekujur tubuhku Mereka berikan seper…

Puisi: Yatim Piatu (Karya Putu Oka Sukanta)

Yatim Piatu Belum jemu juga melagu sendu lukanya hati pecahnya hati kemarin pagi ayah pergi tadi sore ibu…

Puisi: Tanah (Karya Putu Oka Sukanta)

Tanah Diraupnya segenggam tanah dari halaman tanah  airnya Diraupnya dari bungkahan pematang sawah  ladangnya…

Puisi: Di Suatu Malam di Hamburg (Karya Putu Oka Sukanta)

Di Suatu Malam di Hamburg ( Buat DJ & K. ) Di sebuah gang di Hamburg dalam gerimis Kiri kanan aquarium …

Puisi: Nama Saya Ete (Karya Putu Oka Sukanta)

Nama Saya Ete Selamat pagi selamat siang selamat malam . Spada kulonuwun punteun jero meduwe jero. Karena tak ada jawaban aku…

Puisi: Surat Bunga dari Ubud (Karya Putu Oka Sukanta)

Surat Bunga dari Ubud Tak ada perangko buat mengirim kutempel bunga di pojok amplop Yang terhormat Dunia aku tumbuh warna-warni dari d…

Puisi: Bung Agam (Karya Putu Oka Sukanta)

Bung Agam Engkau tidak pernah pergi di mana pun engkau kini tertinggal puisi tumbuh menggedor tirani mencatat Latini, Bandar Betsi, refo…

Puisi: Patung Liberty (Karya Putu Oka Sukanta)

Patung Liberty Kutatap Patung Liberty Teringat puisi tinggal di bui. New York, 2000 Sumber:  Surat Bunga dari Ubud (2008) Analisis Puisi: Pui…

Puisi: Pencipta Kerangkeng Kemanusiaan (Karya Putu Oka Sukanta)

Pencipta Kerangkeng Kemanusiaan Aku ingat benar, kata Suharto semasa jaya Anak cucu tidak akan membayar huta…

Puisi: Sajak Pegunungan (Karya Putu Oka Sukanta)

Sajak Pegunungan 1.  Ketika Datang Ketika datang matahari bersembunyi di balik kabut dingin dalam selimut tebal seperti aku ataukah ka…

Puisi: Perjalanan Penyair (Karya Putu Oka Sukanta)

Perjalanan Penyair Dari Banjar Tegal ke Jawa cukup lama istirahat di Salemba orang mengira umurku hilang em…
© Sepenuhnya. All rights reserved.