Puisi Renungan

Puisi: Generasi Bangsa (Karya A. Munandar)

Generasi Bangsa Hanya kakek kumis putih itu yang rindu kabar ekonomi negara, anaknya browsing berita artis, cucunya pecinta film Korea. Hanya …

Puisi: Menyesal (Karya A. Munandar)

Menyesal Kita menghancurkan hanya untuk mengatakan kita menyesal. Kita menghilangkan hanya untuk mengatakan kit…

Puisi: Renungan Menjelang Tidur (Karya Idrus Tintin)

Renungan Menjelang Tidur jangkrik mengorek malam bintang-bintang berbisik angin dan dahan mengusap kaca jendela tongkat yang bersandar di dinding reb…

Puisi: Menyesal (Karya Ali Hasjmy)

Menyesal Pagiku hilang sudah melayang, Hari mudaku sudah pergi Kini petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi Aku la…

Puisi: Sajak Negeri Pemarah (Karya Cucuk Espe)

Sajak Negeri Pemarah Ketika semua orang pemberani Jeruji pun menjadi ladang rekreasi Ketika semua orang memaki Harga diri setinggi mata ka…

Puisi: Menyandarkan Diri ke Pilar (Karya D. Zawawi Imron)

Menyandarkan Diri ke Pilar menyandarkan diri ke pilar langit pun menggelegar aku tak paham, mengapa layang-laya…

Puisi: Mitos-Mitos Kecemasan (Karya Afrizal Malna)

Mitos-Mitos Kecemasan Kota kami dijaga mitos-mitos kecemasan. Senjata jadi kenangan tersendiri di hati kami, yang akan kembali membuat cerita, s…

Puisi: Syair Dagang (Karya Hamzah al-Fansuri)

Syair Dagang Hai sekalian kita yang kurang nafsumu itu lawan berperang jangan hendak lebih baiklah kurang janganlah sama dengan orang …

Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail)

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …

Puisi: Doa di Medan Laga (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Doa di Medan Laga Berilah kekuatan sekeras baja untuk menghadapi dunia ini, untuk melayani zaman ini. Berilah kesabaran seluas angkasa un…

Puisi: Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana? (Karya Mustofa Bisri)

Kau Ini Bagaimana Atau  Aku Harus Bagaimana? Kau ini bagaimana? Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya. Kau suruh aku berpik…

Puisi: Nyanyian Kota Peradaban (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Nyanyian Kota Peradaban (J akarta ) Di kota peradaban orang-orang mencari Tuhan di bar-bar dan bursa-bursa pe…

Puisi: Hikmah Menanam (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Hikmah Menanam Tak ada buah yang menggantung tiba-tiba pada pohonnya Energi rahasia dari tangan semesta telah…

Puisi: Sebuah Istana (Karya D. Zawawi Imron)

Sebuah Istana tepi jalan antara sorga dan neraka kumasuki sebuah istana tempat sejarah diperam menjadi darah dan gelombang. lew…
© Sepenuhnya. All rights reserved.