Puisi Renungan

Puisi: Titian (Karya Gunoto Saparie)

Titian dapatkah kau melewati tititan serambut dibelah tujuh? namun kau pun gamang dan sepi melihat bayang-bayangmu luruh dapatkah kau s…

Puisi: Waktu (Karya D. Kemalawati)

Waktu Waktu seperti derai cemara bergelimang di pasir pantai angin menyatukan dalam dekapan dalam sunyi da…

Puisi: Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 (Karya Rayani Sriwidodo)

Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 Bahwa perempuan objek seks telah dipertontonkan di puncak kerusuhan tiga belas Mei itu Seorang ibu yang tadi pagi memb…

Puisi: Subuh (Karya Amir Hamzah)

Subuh Kalau subuh kedengaran tabuh semua sepi sunyi sekali bulan seorang tertawa terang bintang mutiara bermain cahaya. Terjaga aku ters…

Puisi: Aku Mendengar Suara (Karya W.S. Rendra)

Aku Mendengar Suara Aku mendengar suara Jerit hewan yang terluka. Ada orang memanah rembulan. Ada anak burung terjatuh dari s…

Puisi: Gurindam Dua Belas (Karya Raja Ali Haji)

Gurindam Dua Belas (1) Barang siapa tiada memegang agama, Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, Maka…

Puisi: Teks Atas Tao (Karya Remy Sylado)

Teks Atas Tao Yang mengerti malah tidak bicara Yang tak mengerti malah banyak bicara. Sumber: Puisi Mbeling (Kepustakaan Populer Gramedia,…

Puisi: Jadi Apa Lagi (Karya Mustofa Bisri)

Jadi Apa Lagi Jadi apa lagi yang bisa kita lakukan bila mata sengaja dipejamkan telinga sengaja ditulikan nurani mati ras…

Puisi: Aku Tak Bisa Berfikir (Karya Fikar W. Eda)

Aku Tak Bisa Berfikir Akal sehatku terjungkir aku fakir fakir fakir. Ketika engkau memulai pidato di televisi aku menyaksikan wajah n…

Puisi: Pro dan Kontra (Karya A. Munandar)

Pro dan Kontra Yang ini yang pro Yang itu yang kontra (Yang lain diam saja) Yang ini mengatakan: Yang ini baik (Setan…

Puisi: Fragmen Perpisahan (Karya A. Munandar)

Fragmen Perpisahan Terikat dengan mimpi yang tidak ingin kita perjuangkan, bersujud dalam nurani insani. Setiap hari kita menyalahkan takdir, se…

Puisi: Masjid Agung Al-Falah (Karya Dimas Arika Mihardja)

Masjid Agung Al-Falah Sebuah rumah putih tak letih menunggumu menumpahkan rindu. Masihkah engkau berlalu ket…
© Sepenuhnya. All rights reserved.