Puisi Renungan

Puisi: Hasek (Karya Agus R. Sarjono)

Hasek ( di Gaza ) Mohon melapor tuan, kami mencari Schweik di Jalur Gaza tapi belum juga ditemukan. Kami ing…

Puisi: Merenungkan Nasib (Karya J. E. Tatengkeng)

Merenungkan Nasib Mengapa melati tak riang kembang, Sedang pagi disepuh embun? Mengapa gelatik melayang bimbang, Sedang padi ku…

Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail)

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …

Puisi: Jika pada Akhirnya (Karya Husni Djamaluddin)

Jika pada Akhirnya Jika pada akhirnya Mata pun katup dan tubuh terbujur kaku Apa lagi yang sisa Barangkali aku akan menempuh jarak jauh Barangkali ak…

Puisi: Sebelum Kematian Memanggil (Karya Yudo Herbeno)

Sebelum Kematian Memanggil Malam purnama menebarkan bau sangit kelelawar Menyingkap dada: "Di sini berlabuh damparan getah laut!" Luka ini …

Puisi: Perang Ini Harus Kita Menangkan (Karya Taufiq Ismail)

Perang Ini Harus Kita Menangkan Masih adakah orang jujur di negeri kita? Adakah? Masih ada. Tapi mereka tak bersuara. Masih adakah orang waras di neg…

Puisi: Celupkan Jarimu ke Air Lautan (Karya Taufiq Ismail)

Celupkan Jarimu  k e Air Lautan Bertanya seseorang pada junjungan kita:         Wahai Rasulullah tercinta         Bandingkan dunia kini dengan akhira…

Puisi: Sajak Gadis dan Majikan (Karya W.S. Rendra)

Sajak Gadis dan Majikan Janganlah tuan seenaknya memelukku. Ke mana arahnya, sudah cukup aku tahu. Aku bukan ahli ilmu menduga, tet…

Puisi: Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? (Karya Kurniawan Junaedhie)

Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? Aku telentang di rumput yang penuh onak kayu Sungai mengalir dera…

Puisi: Titian (Karya Gunoto Saparie)

Titian dapatkah kau melewati tititan serambut dibelah tujuh? namun kau pun gamang dan sepi melihat bayang-bayangmu luruh dapatkah kau s…

Puisi: Waktu (Karya D. Kemalawati)

Waktu Waktu seperti derai cemara bergelimang di pasir pantai angin menyatukan dalam dekapan dalam sunyi da…

Puisi: Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 (Karya Rayani Sriwidodo)

Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 Bahwa perempuan objek seks telah dipertontonkan di puncak kerusuhan tiga belas Mei itu Seorang ibu yang tadi pagi memb…
© Sepenuhnya. All rights reserved.