Puisi Tentang Manusia

Puisi: Semut Kehilangan Manusia (Karya Handrawan Nadesul)

Semut Kehilangan Manusia Di Dalam Roti Ketika mati semut melihat betapa sebuah surga Tapi ke sana ia tak pernah sampai merasa suka Surga semut hanya …

Puisi: Manusia Kepengin Kalau Bisa (Karya Jose Rizal Manua)

Manusia Kepengin Kalau Bisa Setelah lepas dari sekedar jadi pedagang dan punya rumah toko manusia kepingin televisi, kulkas dan honda bebek setelah l…

Puisi: Manusia (Gubahan Abdul Hadi WM)

Manusia Kitab-kitab lama mengatakan: Anak-anakku, manusia itu tak sempurna penuh dosa dan kesalahan dan saling bertengkar satu sama lain …

Puisi: Kusaksikan Manusia (Karya Ajip Rosidi)

Kusaksikan Manusia Kusaksikan manusia dendam-mendendam Kudengar denyut ketakutan mengejar siang dan malam Kuyakinkan mereka…

Puisi: Obsesi Futurista (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Obsesi Futurista Manusia masa depan berdiri tegak di layar Komputerku. Di tangan kanannya jaringan internet …

Puisi: Pengembaraan (Karya Alizar Tanjung)

Pengembaraan setelah pengembaraan itu kepada tubuh, yang aku temukan daging, tulang, darah: di manakah manusia? yang terbentuk dari nama. …

Puisi: Di Kedalaman Mimpi Manusia (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Di Kedalaman Mimpi Manusia Manusia manusiawi, kemanusiaan dalam teori Antara genangan sampah dan kumuh rumah-…

Puisi: Manusia Baru (Karya Hartojo Andangdjaja)

Manusia Baru Api yang ganas ini Biar berkobar lagi Menjilat mendahsyat! Biar bumi gempa Petaka gempita Segala gelora. Biar rapuh biar rubuh Yang goya…

Puisi: Jerit Sandal Jepit (Karya Remy Sylado)

Jerit Sandal Jepit Di celah-celah sudut sempit terhimpit Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit Pohon-pohon pun tertawa Tertawa melih…

Puisi: Karena Kita Manusia (Karya Cucuk Espe)

Karena Kita Manusia Apa artinya mimpi Jika pagi belum mulai? Apa makna cita-cita Jika malam terlalu gulita? -; Berjalanlah saja, berjalan…

Puisi: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Ulurkan tanganmu dengan sesuap nasi Kepada mereka yang sedang lapar hari ini. Ulurkan tanganmu dengan setetes air K…

Puisi: Bersayang-sayangan (Karya Rustam Effendi)

Bersayang-sayangan Sayang bersayanganlah, kamu sesamamu manusi. Pupuklah sayang dalam dadamu. Jadikan “Sayang” pokok pekerjaan, Lezatnya ka…

Puisi: Aku Hendak Kemana? (Karya Amal Hamzah)

Aku Hendak Kemana? Kami dalam dunia ini seperti dalam paya besar berputar-putar ribuan tahun - siapa yang tahu berapa lamanya sudah?  meng…

Puisi: Aku Contra Hidup (Karya Amal Hamzah)

Aku Contra Hidup Beribu kali aku tobat beribu kali pula aku turutkan nafsuku. Aku ini manusia menipu diri sen…
© Sepenuhnya. All rights reserved.