Puisi: Stasiun Gambir (Karya Gunoto Saparie) Stasiun Gambir Maka berangkatlah kereta api di malam hujan riwis itu mengapakah ada mendung di parasmu? mengapakah ada gerimis menderas d…
Puisi: Stasiun Malam Hari (Karya Syahril Latif) Stasiun Malam Hari Di bawah langit malam antara gudang-gudang berat bisu gerbong-gerbong kelabu merindu rel-rel bersilang dalam temaram lampu neon la…
Puisi: Stasiun Tanah Abang (Karya Syahril Latif) Stasiun Tanah Abang Ketika ditangkupkan tudung senja Hidup mulai mengalir perlahan-lahan Antara gerbong senja dan rel-rel bersila…
Puisi: Stasiun Tugu (Karya Susy Ayu) Stasiun Tugu (1) di peron lidahmu kelu sebab telah salah kau tulis pidato penyambutan untuk sesuatu yang menjadi keberangkatanmu sendiri Stasiun Tugu…
Puisi: Di Stasiun Kereta (Karya Fitri Yani) Di Stasiun Kereta aku tak mungkin pulang kepadamu mengenang tamasya, asmaraloka atau sekadar membenarkan kerah kemejamu aku gagal mencari …
Puisi: Bangku Tunggu Stasiun Bis Antar Kota (Karya Taufiq Ismail) Bangku Tunggu Stasiun Bis Antar Kota Rupanya aku harus pergi lagi. Sendiri Kembali duduk di bangku-tunggu malam ini Sehelai koran sore dan b…
Puisi: Pagi, di Stasiun (Karya Goenawan Mohamad) Pagi, di Stasiun Dari ujung Tugu rel melengkuas burung jatuh pada loko lelah Seharusnya ada peluit Seharusnya seseorang menjerit S…
Puisi: Jatuh Malam di Stasiun Kecil (Karya Handrawan Nadesul) Jatuh Malam di Stasiun Kecil bulan tipis berangsur mekar lampu di peron bergoyang-goyang saat peluit kereta penghabisan suara anjing di tepi rel meng…
Puisi: Stasiun Kereta Api Kota Malang (Karya Hendro Siswanggono) Stasiun Kereta Api Kota Malang kala siang suatu hari di bulan Agustus Kota Malang akhirnya, gerbong-gerbong kereta yang kembali dan tak dikenali, per…
Puisi: Stasiun Tugu (Karya Taufiq Ismail) Stasiun Tugu Tahun empat puluh tujuh, suatu malam di bulan Mei Ketika kota menderai dalam gerimis yang renyai Di tiang barat lentera merah m…
Puisi: Lelaki Itu Turun di Sebuah Stasiun (Karya Rayani Sriwidodo) Lelaki Itu Turun di Sebuah Stasiun menghilang bagai embun pungung deresi terakhir di hadapan jalan menganga …
Puisi: Requiem bagi Kepompong yang Tak Sempat Bisa Terbang (Karya Dorothea Rosa Herliany) Requiem bagi Kepompong Yang Tak Sempat Bisa Terbang Di sinikah tepi bagimu, ketika segalanya berubah abu. tinggal asap. kau tak mampu menyingkap…
Puisi: Percakapan Malam (Karya Nenden Lilis Aisyah) Percakapan Malam stasiun itu mempertemukan mereka di ruang tunggu yang berat, bisu, dan kelabu (orang-orang bergegas pulang lengking peluit telah lam…