Puisi Tentang Tanah Kelahiran

Puisi: Nyanyian Tanah Kelahiran (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Nyanyian Tanah Kelahiran Bom Bagan Di zaman sebelum perang Empat puluh empat anak tangganya Sayup mata memandang Berdiri di ujung keti…

Puisi: Kelahiran (Karya Oka Rusmini)

Kelahiran (1) Konon Ibu memberiku upacara pemapag rare. Ketika aku lahir beragam dagingnya yang menempel di pusarku lepas. Orang-orang m…

Puisi: Upacara Kelahiran (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Upacara Kelahiran bulan kesembilan mataku ditumbuhi lumut hujan rancu pada batang alangalang aku tiba cahaya yang tergenggam adala…

Puisi: Tanah Air Merintih (Karya Slamet Sukirnanto)

Tanah Air Merintih Tanah air tercinta. Tanah air terpuruk dan luka Mimpi buruk apa? Mimpi kelam apa? Malam-malammu petaka Setiap pohon besar …

Puisi: Pernyataan (Karya Ajip Rosidi)

Pernyataan Kucintai tanah ini, Atun, lantaran tak ada Yang mesti dikutuk dari kelahiran Kupertahankan tanah ini, Atun, lantaran hak tak punya Menentu…

Puisi: Tanah Kelahiran (Karya Gunoto Saparie)

Tanah Kelahiran kuingat di sepanjang usia ricik air kali di bawah rumpun bambu meski puluhan tahun aku mengembara sawah menguning mengertap dalam rin…

Puisi: Bumi Kamandaka (Karya Rita Oetoro)

Bumi Kamandaka — mashi telah lama hilang — pesona hikayat pusaka — yang terentang sepanjang hutan-hutan pinus hingga padang-padang ilalang tanah kela…

Puisi: Permintaan (Karya Muhammad Yamin)

Permintaan Mendengarkan ombak pada hampirku Debar-mendebar kiri dan kanan Melagukan nyanyi penuh santunan Terbitlah rindu ke tempat lahirku…

Puisi: Indonesia, Tumpah Darahku (Karya Muhammad Yamin)

Indonesia, Tumpah Darahku Bersatu kita teguh Bercerai kita jatuh Duduk di pantai tanah yang permai Tempat gelombang pecah berderai Berbu…

Puisi: Tanah Kelahiran (Karya Ramadhan K.H.)

Tanah Kelahiran (1) Seruling di pasir ipis, merdu antara gundukan pohon pina, tembang menggema di dua kaki, burangrang - Tangkub…
© Sepenuhnya. All rights reserved.