Puisi Wing Kardjo

Puisi: Piknik 55 (Karya Wing Kardjo)

Piknik 55 Kereta terakhir menderit di ujung stasiun. Telah habis hari ini perjalanan bersama, senja di balik bukit- bukit kelabu. Telah lal…

Puisi: Terlalu Banyak (Karya Wing Kardjo)

Terlalu Banyak (1) Tuhan kulihat aku jadi botak tentu bakal tua. Tidak bisa mengelak. Jika bahagia itu bakal tiba. Berikan padaku tanpa dosa. Kau pun…

Puisi: Malam-Malam Putih (Karya Wing Kardjo)

Malam-Malam Putih     Berilah aku mimpi bagai seribu lilin tak henti-henti menyala dalam malam-malam dingin hingga kelam tak tahu lagi berbenah di ka…

Puisi: Requiem (Karya Wing Kardjo)

Requiem (1) Sejak kau bernama perempuan dan angan-angan, suaramu tinggal sunyi, dataran padang dengan bulan redup, merekam misteri manusia m…

Puisi: Rien de Nouveau (Karya Wing Kardjo)

Rien de Nouveau Kaulah yang hidup terlambat seabad, terlalu cepat sewindu. Hidup hanya ulangan, kau pun tahu. Sekian mimpi berulang lag…

Puisi: Sumber (Karya Wing Kardjo)

Sumber     Selalu kureguk sinar dari matamu keyakinan menghargai hari tak sangka helai demi helai daun turun mengubur tubuhmu dengan kelam     Begitu…

Puisi: Potret Senja (Karya Wing Kardjo)

Potret Senja Setelah segala mimpi tertidur Apakah lagi bisa kuulur Selain tangan lembut tak bernafsu Menjamah tubuhmu Hidup dalam hidup…

Puisi: Tafakur (Karya Wing Kardjo)

Tafakur 7-7-7 itu saja tiap malam yang kuharapkan turun 7-7-7 itu saja doaku pada tuhan. Gambar-gambar berputar, bar-bar-bar tak mau keluar. …

Puisi: Laut (Karya Wing Kardjo)

Laut Kumasukkan hati dalam Liang tubuhmu. Kau serba tahu: menggenggam nasibku. Aku menggelepar. Toh aku tambah lapar. Tambah jahat menggigit hari. Pa…

Puisi: Whisper in the Night (Karya Wing Kardjo)

Whisper in the Night Lagu itu. Bisik itu. Selalu seperti yang merasuki dirimu. Tetapi kau bukan kanak lagi, bisa kutiup bagai selembar daun. Kau kemb…

Puisi: Surat atas Bulan (Karya Wing Kardjo)

Surat atas Bulan Katamu cintaku bagai bulan sabit, pelan- pelan naik, tambah bundar meningkat, menerangi mimpi, sementara di teras, kau dud…

Puisi: Yang Dilumpuhkan (Karya Wing Kardjo)

Yang Dilumpuhkan Tulisanmu dihapusnya seperti menghapus nyawa. Siapa kamu sekarang? Tak seorang pun tahu. Tak seorang pun membaca buku. Baris-baris y…

Puisi: Dari Musim Semi (Karya Wing Kardjo)

Dari Musim Semi Setelah berjalan dalam taman-taman musim semi berdaun, dahan-dahan bertunaskan mimpi dan angan-angan, lagu kembali bernyanyi burung-b…

Puisi: Rumah Hidupku (Karya Wing Kardjo)

Rumah Hidupku Kubangun rumah hidupku dari batu, bata, kayu, bambu, tanah air, tumpah darah, merah putih, biru, kuning, hijau, semua warna. Ada …
© Sepenuhnya. All rights reserved.