Postingan

Puisi: Sebelum Engkau Terlambat (Karya Budiman S. Hartoyo)

Sebelum Engkau Terlambat Barangkali engkau akan menyesal, atau tidak, ketika aku menunggu sampai camar terbang memburu petang. Barangkali engkau …

Puisi: Rahmat (Karya Yunus Mukri Adi)

Rahmat (1) Kaubakar kabut di atas lereng serenta dingin menghutan Bagi burung-burung, berdoalah kalian yang tak sabar menunggu pagi Rahmat (2) Di bag…

Puisi: Sekawan Semut (Karya Frans Nadjira)

Sekawan Semut Sekawanan semut menyeret kepala ikan sebelum menyebar gelap malam di halaman. Langit mencerca         dirinya sendiri sepanjang hari. S…

Puisi: Dari Catatan-Catatan Kecil (Karya Leon Agusta)

Dari Catatan-Catatan Kecil (Fragmen) Malam ini temaram tanpa angin Sunyi tergenang di seluruh daratan Begitu tenang, ketika kudengar kembali pesanmu …

Puisi: Dengan Apa Kusebut Namamu, Toraja (Karya Husni Djamaluddin)

Dengan Apa Kusebut Namamu : Toraja dengan apa mudik ke Hulu dengan perahu memuat amal dengan apa balik ke Asal dengan patung selamat tinggal dengan a…

Puisi: Nanas (Karya F. Rahardi)

Nanas di kebun nanas-nanas berdaun di piring nanas-nanas berpisau, di mulut nanas-nanas berduri, di perut nanas-nanas berbisa, di usus n…

Puisi: Berdua (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Berdua jangan mengganggu kami yang hangat dalam sepi berdua di tepi danau angin mengusik pun kami halau purnama malam ini merpati singgah di hati seb…

Puisi: Doa (Karya Adri Darmadji Woko)

Doa Sebuah kartu pos bergambar Yesus dengan luka pada lambung-Nya saya kirimkan     "Yang,      tak ada yang lebih menyakitkan      daripada kat…

Puisi: Tentang Aku (Karya Andi Rio Daeng Riolo)

Tentang Aku Seperti kitab tebal kau buka, Aku terselip di halamannya, Di antara kata kalimatnya, Kabur tak terbaca. Aka di dalam anyaman kursimu, Di …
© Sepenuhnya. All rights reserved.