Puisi: Anakku Memasak (Karya Wowok Hesti Prabowo) Anakku Memasak Anakku bermain pasaran Memasak masa depan dengan ramuannya Pulau-pulau dari sendal jepit dan pecahan genting Berjejer membentuk negeri…
Puisi: Ada yang Hilang di Hutan Ini (Karya YS Agus Suseno) Ada yang Hilang di Hutan Ini ada yang tanggal kemarin dari pucuknya. dari semak rimbun ini: kelanggengan selaku bulan yang menyimak pokok pokok cemar…
Puisi: Aku Ingat (Karya Abdul Wachid B. S.) Aku Ingat Aku ingat kecupan pertama Di luar hujan mendera Di jantung magma siap memompa Rambut ia bagai selubung malam kejora Burung j…
Puisi: Kita Masih Menunggu (Karya Ariffin Noor Hasby) Kita Masih Menunggu lihatlah, batu-batu telah dilipat oleh waktu tapi mengapa kita masih menunggu jejak mengembalikan langkah dari seluruh kisah yang…
Puisi: Orang-Orang Pedalaman (Karya Ali Syamsudin Arsi) Orang-Orang Pedalaman "Kami tersingkir dari pucuk daun," bisiknya dengan suara hampir tak terdengar namun sangat terasa getir dan bergetar …
Puisi: Pematang Kita (Karya Abdul Wachid B. S.) Pematang Kita Pematang itu masih utuh Ada dam. Gejolak diredam Saat itu tengah bulan jatuh Nafasmu, lava yang dalam Pematang itu berli…
Puisi: Sebelum Sungai Meradang (Karya Ali Syamsudin Arsi) Sebelum Sungai Meradang alam hanya di antaranya atas kuasa segala kuasa penanda simak dan baca atas tanda segala tanda tulis dan bicara atas rimba ra…
Puisi: Salawat Laut (Karya Ariffin Noor Hasby) Salawat Laut kubaca salawat laut, ayat-ayat air dan kabut hatiku jadi perahu dalam seribu tahajud jadi ruang yang mengimankan wajah-wajah waktu jadi …
Puisi: Yang Kepayang Hyang (Karya Abdul Wachid B. S.) Yang Kepayang Hyang Yang kepayang Hyang Yang berani sendiri berjaga di tengah malam Yang berjalan tanpa kaki Yang terbang tanpa sayap Yan…