Esterlin Merrinov Putri Dewanti

Ayam Geprek: Penyelamat Mahasiswa dari Lapar, Bokek, dan Deadline

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Dalam keseharian mahasiswa, ayam geprek menempati posisi istimewa yang sulit digeser oleh menu lain. Di tengah j…

Es Teh dan Wifi Nebeng: Wedangan Jadi Pilihan Gen Z untuk Menyelesaikan Tugas

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Perubahan gaya hidup Gen Z turut menggeser cara mereka memanfaatkan ruang publik. Jika sebelumnya wedangan ident…

Seblak sebagai Comfort Food Perempuan Indonesia

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Seblak bukan sekadar jajanan pedas yang mudah ditemui di pinggir jalan atau aplikasi pesan antar. Di kalangan pe…

Overthinking Bukan Masalah Pikiran, Tapi Masalah Emosi yang Tak Selesai

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Overthinking kerap dipersepsikan sebagai kebiasaan berpikir berlebihan. Individu yang mengalaminya sering diangg…

Dari TikTok ke Playlist: Fenomena Popdut yang Merajalela

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Musik berubah cepat dalam beberapa tahun terakhir. Yang dulunya dianggap “musik pinggiran”, kini justru menguasa…

Balikan Karena Nyaman, Move On Karena Trauma: Kenapa Anak Muda Terbagi Dua?

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Dalam urusan asmara, anak muda sekarang sering berada di persimpangan yang sama: memilih balikan dengan mantan a…

Gen Z dan HTS: Bahagia, Tersiksa, Tapi Tetap Jalan Terus

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Hubungan asmara anak muda sekarang berubah bentuk. Kalau dulu orang berlomba-lomba untuk jadian, sekarang banyak…

Lonjakan Coffee Shop di Solo Ubah Pola Nongkrong Warga Kota

Oleh Esterlin Merrinov Putri Dewanti Solo berubah cepat dalam beberapa tahun terakhir. Kota yang dulu identik dengan wedangan kini menjadi kota penuh…
© Sepenuhnya. All rights reserved.