Puisi: Lonceng Merpati (Karya A. Muttaqin) Lonceng Merpati Setipis alismu, bulan tersenyum padaku, melepas dua merpati yang kini bersarang di bukit jauh, di mana rindu adalah sun…
Puisi: Hari Penghabisan Letnan Dan (Karya A. Muttaqin) Hari Penghabisan Letnan Dan Di pondok pelacuran itu ia isap cerutu buntu. Di pondok pelacuran itu ia sesap candu keluh. Di …
Puisi: Nasi Goreng untuk Abban (Karya A. Muttaqin) Nasi Goreng untuk Abban Minyak dan telur adalah saudara seiman. Mereka saling memandang dengan cinta yang cepat matang, tak gampang i…
Puisi: Menghormati Bunga Bangkai (Karya A. Muttaqin) Menghormati Bunga Bangkai Dengan bau tubuh dan sisa birahimu, kembali kaupikat aku. Batangmu berlendir, daunmu bergigir, dan kelopakmu …
Puisi: Burung Hantu (Karya A. Muttaqin) Burung Hantu Aku melihatmu terbang, melayang, tanpa beban. Sayap dan bulu bukan bagianmu tapi kelebatmu lebih ringkih dari buih…
Puisi: Pernyataan Perkutut (Karya A. Muttaqin) Pernyataan Perkutut Bagaimana mungkin sang kutilang, burung penyair yang riang dan rajin sembahyang itu mengoceh di pucuk pohon cemar…
Puisi: Biara (Karya A. Muttaqin) Biara Dulu, sebagai hambar, kubakar dupa supaya pakaianku harum dan indah. Kini, sebagai musafir kubakar wajahku untuk melupakan du…
Puisi: Pandangan Elang (Karya A. Muttaqin) Pandangan Elang Bangsatlah para serigala yang mengajar perang kepada kabilah-kabilah satwa di hutan sana. Bangsatlah celeng-celeng yang me…
Puisi: Silsilah (Karya A. Muttaqin) Silsilah Kulahirkan kau lewat kupingku, supaya farjiku tetap merah dan rahasiaku terjaga. Cukup kau tahu, kupingku mawar koyak, mawar bengkak da…
Puisi: Penciuman Gagak (Karya A. Muttaqin) Penciuman Gagak Aku telah mencium bau bangkai yang begitu nyata. Berhari-hari mendatang pasti datang perang panjang dan pertumpahan…
Puisi: Kilas Keladi (Karya A. Muttaqin) Kilas Keladi Bisa jadi cintakulah yang tak kau mengerti keningmu bening terlalu bening hingga tak kuasa aku melihatmu kemunin…
Puisi: Tukang Kunci (Karya A. Muttaqin) Tukang Kunci Berpeci putih, perangaimu mirip orang suci Rautmu serupa petapa paling sabar di bumi Ditebali jenggot dan cambang kus…