Puisi Agus Dermawan T

Puisi: Kotak Muara (Karya Agus Dermawan T.)

Kotak Muara                 kotakkotakkotakkokotak             kotakkotakkkotakkotakkotak         kotakkotakkotakkotakkotakkootak     kotakkotakkotak…

Puisi: Dongeng Sebutir Kelereng (Karya Agus Dermawan T.)

Dongeng Sebutir Kelereng Versi Horison (edisi Januari 1976) Berkilau-kilau bagai mata pisau, berlinang bagai mata bulan dan aku sudah lama tersimpan …

Puisi: Monolog Nihilis (Karya Agus Dermawan T.)

Monolog Nihilis luruhkan semua cahaya ke bumi jadikan neraka masukkan semua gatal ke hati jadikan siksa ketimbang kepergok lanjurkan ia jadi sekutumu…

Puisi: Bayangan dari Sebuah Kelereng (Karya Agus Dermawan T.)

Bayangan dari Sebuah Kelereng purnama yang lintas di cadar bumi yang gembira di panas     hari dan menggugah bocah ketika sepi menggoyah     musim-mu…

Puisi: Sebuah Lirik untuk Musik Pop (Karya Agus Dermawan T.)

Sebuah Lirik untuk Musik Pop tanah ladang dan mendung langit mengembara di mana-mana siapakah yang namanya kehidupan subur tanah ilalang dan mendung …

Puisi: Membayangkan Omong Kosong (Karya Agus Dermawan T.)

Membayangkan Omong Kosong Selalu aku bayangkan tiba-tiba kota bergolak ketika didengar peristiwa penculikan hatimu. Satu batalyon dikerahkan dan seor…

Puisi: Setiap Aku (Karya Agus Dermawan T.)

Setiap Aku Setiap aku katakan bahwa musik waltz selalu membuat aku berdiri dan bergoyang kaki sambil menggenggam erat jejari tanganmu, maka kau putar…

Puisi: Sebuah Percakapan (Karya Agus Dermawan T.)

Sebuah Percakapan, Dengan Sebutir Kelereng — selalu kita ketemu dalam kantung dadu, selalu kita       beradu di dalam rindu yang jaga dari dulu, soba…

Puisi: Batuk (Karya Agus Dermawan T.)

Batuk hari ini rasulmu batuk lagi. udara tidak segar. terik menciptakan lorong     mengalirkan virus dan kuku sampai ke urat nadi. ou gusti. huk-    …

Puisi: Tentang Sebutir Kelereng (Karya Agus Dermawan T.)

Tentang Sebutir Kelereng lubang ayaman lubang buatan, dan lubang dari sekian     lubang adalah tempat ia dimainkan tempat ia di-     buangkan buangka…

Puisi: Berjuta Kunang-Kunang (Karya Agus Dermawan T.)

Berjuta Kunang-Kunang : untuk calon cucu perempuanku Berjuta kunang-kunang, lampu jalanan berjuta kunang-kunang, lampu lautan berjuta kunang-kunang, …

Puisi: Sajak (Karya Agus Dermawan T.)

Sajak sore ini adalah gerimisMu, tenteram gerimis abadi ketika malam menanti rasa jemuMu, rebahkan dihamparan alam sore ini adalah gerimisMu, pendam …

Puisi: Pohon Mata-Mata Abad (Karya Agus Dermawan T.)

Pohon Mata-Mata Abad (a) sembilanbelasribu tahun telah silam, belum lagi terjadi nama belum pula     bumi terbelah-belah, batara-batara telah mati, d…

Puisi: Kucing-Kucingan dalam Selimut (Karya Agus Dermawan T.)

Kucing (Kucingan) dalam Selimut Akhirnya aku jadi risau jika kau terus menekan agar cinta diwujudkan dalam kata-kata. Aku tak bisa itu. Sebab biar ba…
© Sepenuhnya. All rights reserved.