Puisi Asep S. Sambodja

Puisi: Senja di Citayam (Karya Asep S. Sambodja)

Senja di Citayam perjalanan semakin terasa jauh saat tubuh kian rapuh apa sebaiknya menunggu? tidak, tidak, menunggu adalah pekerjaan paling tolol ya…

Puisi: Dzulkifli yang Ramah (Karya Asep S. Sambodja)

Dzulkifli yang Ramah buah jatuh tak jauh dari pohonnya sikap anak terkadang mencerminkan sikap ayah dan ibunya demikianlah dzulkifli menjadi orang ya…

Puisi: Senja di Puri (Karya Asep S. Sambodja)

Senja di Puri suara surau kembali menyebut-nyebut namaMu Kaulipat matahari dan Kausimpan di sisi keranda yang khusyuk meringkuk di samping surau tua …

Puisi: Keajaiban Isa (Karya Asep S. Sambodja)

Keajaiban Isa isa adalah keajaiban dunia— datangnya dan perginya senantiasa menyisakan tanda Tanya dalam kebimbangan orang-orang harus percaya tentan…

Puisi: Kalimat Allah (Karya Asep S. Sambodja)

Kalimat Allah seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambah tujuh laut lagi sebagai tinta niscaya tak kan ada habisnya …

Puisi: Mafia Agung (Karya Asep S. Sambodja)

Mafia Agung hukum harus ditegakkan! bukan begitu? tanpa tedeng aling-aling! bukan begitu? jadi mata pedang dewi keadilan mengarah ke siapa pun! bukan…

Puisi: Berteman Allah (Karya Asep S. Sambodja)

Berteman Allah kutemui batu yang rapuh oleh tetes demi tetes air kutemui bunga yang keriput menunggu angin mengantar runtuh di bumi yang sedih bertem…

Puisi: Ibu (Karya Asep S. Sambodja)

Ibu aku sakit aku ingin kau memelukku erat-erat kuingin kau mengusap kepalaku perlahan-lahan dan membisikkan doa-doa — segala doa yang kau hafal deng…

Puisi: Kitab Maryam (Karya Asep S. Sambodja)

Kitab Maryam di sebuah sendang, maryam menanggalkan pakaian udara gerah meski air tenang di bawah pohon rindang tanpa suara datang lelaki itu, tampan…

Puisi: Tentang Wanita (Karya Asep S. Sambodja)

Tentang Wanita wanita itu, katanya, seperti puisi yang tak pernah jadi Sumber:  Kusampirkan Cintaku di Jemuran  (2006) Analisis Puisi: Puisi "Te…

Puisi: Mengenang Kemiskinan (Karya Asep S. Sambodja)

Mengenang Kemiskinan teman setiaku adalah lapar hidup cuma sekedar bayang-bayang tak tahu mau berbuat apa mau ke mana yang sudi menemaniku hanyalah l…
© Sepenuhnya. All rights reserved.