Puisi: Matinya Seorang Hakim Agung (Karya Asep S. Sambodja) Matinya Seorang Hakim Agung seorang hakim agung melaju dengan mobil menuju mahkamah agung ia bayangkan pelangi muncul di cakrawala di tengah jalan ya…
Puisi: Tentang Wanita (Karya Asep S. Sambodja) Tentang Wanita wanita itu, katanya, seperti puisi yang tak pernah jadi Sumber: Kusampirkan Cintaku di Jemuran (2006) Analisis Puisi: Puisi "Te…
Puisi: Mengenang Kemiskinan (Karya Asep S. Sambodja) Mengenang Kemiskinan teman setiaku adalah lapar hidup cuma sekedar bayang-bayang tak tahu mau berbuat apa mau ke mana yang sudi menemaniku hanyalah l…
Puisi: Pantai Kuta yang Perawan (Karya Asep S. Sambodja) Pantai Kuta yang Perawan dan ketika matahari hendak beranjak aku tenggelam dalam sejuta mimpi yang dibawa oleh deburan ombak di pantai kuta yang pera…
Puisi: Di Masjid Besar (Karya Asep S. Sambodja) Di Masjid Besar apakah bunga bila tiada harum apakah tiram tanpa mutiara di dalamnya apakah aku tanpa Kau dalam getar nadiku Sumber: Kusampirkan Cin…
Puisi: Menonton Televisi Pagi Ini (Karya Asep S. Sambodja) Menonton Televisi Pagi Ini Gayus Lumbuun dan OC Kaligis tampil di televisi pagi ini sama-sama pakar hukum sama-sama tahu hukum sama-sama melek hukum …
Puisi: Ibu Pertiwi Bersusah Hati (Karya Asep S. Sambodja) Ibu Pertiwi Bersusah Hati seandainya duit rakyat yang dipakai studi banding anggota DPR itu dipakai untuk membantu korban bencana alam di wasior, me…
Puisi: Aku Tahu Siapa Kau (Karya Asep S. Sambodja) Aku Tahu Siapa Kau hakikat manusia adalah kata kalau kamu bilang: kerjakan! berarti kau majikan kalau kamu bilang: ya, tuan berarti kau pelayan kalau…
Puisi: Ismail dan Sumur Zamzam (Karya Asep S. Sambodja) Ismail dan Sumur Zamzam sarah, istri ibrahim yang cantik dan setia merasa kasihan pada ibrahim karena mereka tak punya anak meski usia senja sarah iz…
Puisi: Perempuan di Persimpangan Abad (Karya Asep S. Sambodja) Perempuan di Persimpangan Abad ( 1 ) pada sebuah kalender 1965 Indonesia bermandi darah Indonesia berdarah-darah Jenderal-jenderal itu diculik dan di…
Puisi: Taman Ibu (Karya Asep S. Sambodja) Taman Ibu ibu mencintai bunga seperti ia mencintai anak-anaknya ia tak ingin ada satu kuntum bunga pun yang terluka ia belai daun-daun yang mulai tum…