Puisi: Generasi Batu (Karya Aslan Abidin) Generasi Batu hujan batu kembali turun di kota kami. memecahkan kaca jendela, menghancurkan bola lampu, dan mengotori bak mandi. orang-orang menyambu…
Puisi: Masuk Keluar Mall, Ingatkan Aku Pada Banyak Orang (Karya Aslan Abidin) Masuk Keluar Mall: Ingatkan Aku Pada Banyak Orang masuk ke sebuah mall, disambut gadis-gadis pelayan dengan buah dada yang siap menerima. melihat gad…
Puisi: Gadis Kurban (Karya Aslan Abidin) Gadis Kurban - sejak ayahnya ditemukan telungkup di atas tubuhnya, ia tak pernah lagi dapat bicara - gadis bisu berbaju biru, bibirmu ungu nasibmu ha…
Puisi: Tahun Baru, Selamatkan Jiwa Kami (Karya Aslan Abidin) Tahun Baru, Selamatkan Jiwa Kami penghujung tahun selalu saja sama di kota kami. gerimis di sepanjang hari, kelip lampu natal di etalase pertokoan, …
Puisi: Ada yang Tertembak di Halaman Kita (Karya Aslan Abidin) Ada yang Tertembak di Halaman Kita suara tembakan di televisi mengguntur hingga ke jendela. tetapi terlambat, selalu saja kita terlambat menutupnya. …
Puisi: Memang, Seperti Katamu (Karya Aslan Abidin) Memang, Seperti Katamu memang pertemuan itu sepele saja. seperti dusta yang tak terencana, atau suara tawa yang iseng. seperti katamu. tapi mengapa t…
Puisi: Sajak untuk Sebuah Jalan (Karya Aslan Abidin) Sajak untuk Sebuah Jalan akan ada saatnya, kami turun ke jalan. menorehkan luka di tembok-tembok, menjeritkan ketakutan-ketakutan ke langit, atau mun…
Puisi: Tebesaya, Gadis Berputih Kebaya (Karya Aslan Abidin) Tebesaya, Gadis Berputih Kebaya — "di tebesaya, aku gadis berputih-kebaya. telinga berselip bunga kamboja, yang putik-sarinya dapat kau lihat ra…
Puisi: Kutunggu Kau di Stasiun Kota Sodom (Karya Aslan Abidin) Kutunggu Kau di Stasiun Kota Sodom untuk kepulanganmu, telah aku kepak berjilid-jilid rindu. kujemput kau di stasiun kota sodom, tempat aku berharap …
Puisi: Rajah di Antara Kedua Buah Dada (Karya Aslan Abidin) Rajah di Antara Kedua Buah Dada --kepada Yth. Bapak Haji Muhammad Soeharto bila esok lusa, tuan bertemu seorang pelacur dengan rajah: "bahaya la…
Puisi: Sepi Itu (Karya Aslan Abidin) Sepi Itu setelah ia menyengat seluruh sendimu dan meresap ke dalam sunsummu. sepi itu lalu memaksamu menangis. ia mengayunkan kapaknya ke jantungmu, …
Puisi: Prometheus (Karya Aslan Abidin) Prometheus (buat seorang perempuan asing yang kuantar ke pelabuhan semata karena selama beberapa hari bersama kami menjalin affair tak menjanjikan) …
Puisi: Malam Pengantin (Karya Aslan Abidin) Malam Pengantin di luar kamar, suara samar orang bercakap beranjak lipur. di dalam kamar, sepasang pengantin perlahan lebur. ranjang seperti telaga d…