Puisi Aslan Abidin

Puisi: Kutunggu Kau di Stasiun Kota Sodom (Karya Aslan Abidin)

Kutunggu Kau di Stasiun Kota Sodom untuk kepulanganmu, telah aku kepak berjilid-jilid rindu. kujemput kau di stasiun kota sodom, tempat aku berharap …

Puisi: Rajah di Antara Kedua Buah Dada (Karya Aslan Abidin)

Rajah di Antara Kedua Buah Dada --kepada Yth. Bapak Haji Muhammad Soeharto bila esok lusa, tuan bertemu seorang pelacur dengan rajah: "bahaya la…

Puisi: Sepi Itu (Karya Aslan Abidin)

Sepi Itu setelah ia menyengat seluruh sendimu dan meresap ke dalam sunsummu. sepi itu lalu memaksamu menangis. ia mengayunkan kapaknya ke jantungmu, …

Puisi: Prometheus (Karya Aslan Abidin)

Prometheus (buat seorang perempuan asing yang kuantar ke pelabuhan semata karena selama beberapa hari bersama kami menjalin affair tak  menjanjikan) …

Puisi: Malam Pengantin (Karya Aslan Abidin)

Malam Pengantin di luar kamar, suara samar orang bercakap beranjak lipur. di dalam kamar, sepasang pengantin perlahan lebur. ranjang seperti telaga d…

Puisi: Kawan Berbagi Keabadian (Karya Aslan Abidin)

Kawan Berbagi Keabadian aku dan sajakku adalah kawan berbagi keabadian. aku membayangkan diriku membacanya kelak di taman firdaus: tempat semua mimpi…

Puisi: Kau Telah Hilang, Kata Orang (Karya Aslan Abidin)

Kau Telah Hilang, Kata Orang aku harus berangkat. lihatlah, rembulan di atas mulai pucat." lalu aku berkemas seadanya, sekedar mematut letak ram…

Puisi: Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi (Karya Aslan Abidin)

Lirisme Buah Apel yang Jatuh ke Bumi pada suatu tengah malam, seusai menikmati gravitasi di atas tubuhmu, kita bercerita tentang newton dan buah apel…

Puisi: Sajak Pengantar Jenazah (Karya Aslan Abidin)

Sajak Pengantar Jenazah bersama selafal talkin dan selembar kafan, aku bawa sebujur jasad kaku ini padamu. wahai tanah lahat, terimalah ia sebagai pe…

Puisi: Sungguh, Aku Ingin Jadi Ustaz (Karya Aslan Abidin)

Sungguh, Aku Ingin Jadi Ustaz — "engkau tentu masih mengenal aku, juga seragamku: baju putih lengan pendek dengan rok abu-abu. engkau tentu tak …

Puisi: Rakyat Perah (Karya Aslan Abidin)

Rakyat Perah tiba lagi saatnya para komplotan pemerah dan penunggang itu datang. mereka berpawai menguasai jalanan dan bergerombol memenuhi lapangan.…

Puisi: Selamat Tinggal (Karya Aslan Abidin)

Selamat Tinggal setelah botol bir, gelas, dan hati kosong, sepi kembali mengintai. usai sudah kita urai luka-luka, sesakit demi sesakit. telah pula k…

Puisi: Sajak Terjemahan Matamu (Karya Aslan Abidin)

Sajak Terjemahan Matamu dengan apa aku terjemahkan seribu perahu di matamu kekasih? dengan cinta aku mungkin tak ikhlas benar. aku bahkan selalu ters…
© Sepenuhnya. All rights reserved.