Puisi Djoko Saryono

Puisi: Laut Iman (Karya Djoko Saryono)

Laut Iman aut mana yang kau baca dalam sejarah? laut mati: ruang segala yang musnah atau laut merah: tempat dicipta sejarah "laut iman kupilih s…

Puisi: Pencerahan (Karya Djoko Saryono)

Pencerahan mandi rindu di bawah hujan cahayamu sabda-sabda mengaliri jejaring nadiku: tiba-tiba terangkat kedua tangan membangun masjid di dada p…

Puisi: Keselamatan (Karya Djoko Saryono)

Keselamatan sesudah kerkah tanah laut pun terbelah: pecah! semua kejahatan tercegah dan kebaikan tumpah: menggulung para bedebah mengharumi kaum …

Puisi: Kasmaran (Karya Djoko Saryono)

Kasmaran diam-diam aku selalu mengharapkan kau menjadi iringan awan, menjelma deras hujan mengurungku sebagai tahanan di ceruk penantian dan membiusk…

Puisi: Cinta, Bila Kau Suka (Karya Djoko Saryono)

Cinta, Bila Kau Suka cinta, bila kau suka, esok kupetikkan cahaya "untuk apa? pendarnya mengaburkan yang fana dan baka" cinta, bila kau suk…

Puisi: Syukur (Karya Djoko Saryono)

Syukur saat pagi tiba kabut turun ke tengah kotaku orang-orang memekikkan seru setelah sekian lama menunggu: betapa rindu, betapa haru! tetanah mer…

Puisi: Perjalanan Cinta (Karya Djoko Saryono)

Perjalanan Cinta Kutinggalkan mereka: huruf-huruf bersimbah doa mengandung janin cinta di lembar kertas-kertas sisa: didiami aneka rajah nasib …

Puisi: Pengakuan (Karya Djoko Saryono)

Pengakuan kekasih, boleh jadi mulutku terjepit capit lupa tiada kuasa mendaras indah bacaan sempurna kekasih, tak mustahil bibirku terjahit jarum alp…

Puisi: Gaza (Karya Djoko Saryono)

Gaza (1) langkah lars itu terus berderap dalam pikiran menuju piring-piring di meja makan dan menghidangkan: darah dan kematian lalu kau kunyah bersa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.