Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Djoko Saryono

Puisi: Syukur (Karya Djoko Saryono)

Syukur saat pagi tiba kabut turun ke tengah kotaku orang-orang memekikkan seru setelah sekian lama menunggu: betapa rindu, betapa haru! tetanah mer…

Puisi: Kasmaran (Karya Djoko Saryono)

Kasmaran diam-diam aku selalu mengharapkan kau menjadi iringan awan, menjelma deras hujan mengurungku sebagai tahanan di ceruk penantian dan membiusk…

Puisi: Perjalanan Cinta (Karya Djoko Saryono)

Perjalanan Cinta Kutinggalkan mereka: huruf-huruf bersimbah doa mengandung janin cinta di lembar kertas-kertas sisa: didiami aneka rajah nasib …

Puisi: Pengakuan (Karya Djoko Saryono)

Pengakuan kekasih, boleh jadi mulutku terjepit capit lupa tiada kuasa mendaras indah bacaan sempurna kekasih, tak mustahil bibirku terjahit jarum alp…

Puisi: Gaza (Karya Djoko Saryono)

Gaza (1) langkah lars itu terus berderap dalam pikiran menuju piring-piring di meja makan dan menghidangkan: darah dan kematian lalu kau kunyah bersa…

Puisi: Sonata Cinta (Karya Djoko Saryono)

Sonata Cinta beri aku waktu, memeram bebuah rindu beri aku masa, menanak bebulir cinta beri aku bebuah rindu, menjamu kejernihan kalbu beri aku bebul…

Puisi: Bosnia (Karya Djoko Saryono)

Bosnia (1) bosnia, bosnia, bosnia... di manakah dirimu di peta? : bikinan eropa dan amerika bom-bom terus memakamkan kota-kota: bihac, sarajevo, …
© Sepenuhnya. All rights reserved.