Puisi Handrawan Nadesul

Puisi: Sungguhlah Besar Menggelombang Rinduku (Karya Handrawan Nadesul)

Sungguhlah Besar Menggelombang Rinduku Membelah Hidupku Berapakah lagi syairku di rindumu hingga tak selesai tidurku melepas tanganmu Berapakah lagi …

Puisi: Di Bukit Hakone, Aku Melihatmu Lagi (Karya Handrawan Nadesul)

Di Bukit Hakone Aku Melihatmu Lagi Kabut di bukit Hakone Menuntun kerinduanku Wangi bunga di mana-mana Seakan menjenguk kenangan purba Bayangan itu l…

Puisi: Barangkali Nanti (Karya Handrawan Nadesul)

Barangkali Nanti Ini pun Akan Terjadi Pada Anak dan Isteriku Remah yang dibiarkan berceceran dari piring kecilku dahulu serta gabah yang kuhambur-ham…

Puisi: Bulan Sekerat (Karya Handrawan Nadesul)

Bulan Sekerat di Marpangat 468 Sebuah elegi buat pak piek Duduk di beranda rumah tua Kursi, taplak meja, potret dinding Termangu sendiri Seperti masi…

Puisi: Siapa Menyimpan Sekuntum Bunga (Karya Handrawan Nadesul)

Siapa Menyimpan Sekuntum Bunga untuk Kita Nanti? Berkeranjang-keranjang bunga Mekar di benak orang-orang yang kakinya masih tulus berjalan Di kegelap…

Puisi: Aku Ingin Sekali Menangis (Karya Handrawan Nadesul)

Aku Ingin Sekali Menangis Aku ingin sekali menangis. Menangis tersedu melihat benang layang-layangku meninggalkan angin. Terbang jauh. Jauh sekali en…

Puisi: Beginilah Hendaknya (Karya Handrawan Nadesul)

Beginilah Hendaknya Sekiranya Juga Ini Boleh Terjadi Kecambah yang dahulu luruh dari rahim ibuku telah tumbuh di sela-sela jemari kekasihku yang deng…

Puisi: Untukmu Ujung Kenangan (Karya Handrawan Nadesul)

Untukmu Ujung Kenangan Selembar Kartupos Kukirim dari Meratus (1) Menatap Meratus aku menemukan tanjakan penglipuran Mendengar nyanyian anginmu melay…

Puisi: Kukemas Sebuah Kado buat Hidupku (Karya Handrawan Nadesul)

Kukemas Sebuah Kado buat Hidupku Mudah-Mudahan Ada Selasa Lagi Tersisa Bagiku Belum pudar memar penat hidupku Mengayuh ombak melayari matahari Seleba…

Puisi: Ada yang Mengusik (Karya Handrawan Nadesul)

Ada yang Mengusik Ketika di Trotoar Kota Membaca Koran Belati yang kuasah semenjak kanak-kanak kutikamkan ke tengah-tengah ulu hatiku pedihnya tidak …

Puisi: Mensyukuri Keindahanku (Karya Handrawan Nadesul)

Mensyukuri Keindahanku Dari Hidup yang tidak Selalu Mudah Membentang sunyiku Sepanjang berhektar kalbuku Kudengar berdendang musikmu Tersayat ujung m…

Puisi: Bila Suatu Hari Nanti (Karya Handrawan Nadesul)

Bila Suatu Hari Nanti Aku Tak Dapat Lagi Melakukannya Sendiri Bila suatu hari nanti aku tidak dapat lagi melakukannya sendiri, sekiranya kamu sempat,…

Puisi: Aku Tidak Melihatmu (Karya Handrawan Nadesul)

Aku Tidak Melihatmu Pada Ingar-Bingar Kehidupanku Wahai riuh semesta sukmaku Sudahkah tegar langkah ziarahku Mulai belajar meninggalkanmu Mencari ara…
© Sepenuhnya. All rights reserved.