Puisi: Sebelum Pesawat Mendarat (Karya Hasan Aspahani) Sebelum Pesawat Mendarat KITA mendengarkan, pemberitahuan yang rutin itu: ketinggian jelajah, kecepatan tempuh, tabiat cuaca, jangkau jarak pa…
Puisi: Gambar untuk Sebuah Petang (Karya Hasan Aspahani) Gambar untuk Sebuah Petang KITA memang tak pernah benar-benar siap, Waktu, dengan tangannya, kita terperangkap. Kita murid di kelas tujuh, d…
Puisi: Duka Manis (Karya Hasan Aspahani) Duka Manis Sweet, so would I, Yet I should kill thee with much cherishing. Good night, good night! Parting ia such sweet sorrow, That I s…
Puisi: Lukamata (Karya Hasan Aspahani) Lukamata AKU akan jadi tua tebu terunduk, seseruas batang memanjang, sebelum datang seorang penebang, dengan parang tak berlidah, tak kenal manis ata…
Puisi: Kita Adalah Sepasang Kekasih (Karya Hasan Aspahani) Kita adalah Sepasang Kekasih, dan Hei, Lihat! Banyak Sekali Sepasang Kekasih Lain Seperti Kita SEPASANG kekasih adalah sepasang lidah yang mengucap …
Puisi: Yang Sembunyi di Dalam Mataku (Karya Hasan Aspahani) Yang Sembunyi di Dalam Mataku YANG sembunyi di dalam mataku Menatap pada tebing punggungmu Karena ia terbuka, maka aku mengira kau tanta…
Puisi: Jika Kau Kutinggalkan (Karya Hasan Aspahani) Jika Kau Kutinggalkan KUTERIMA cinta ini dengan bangga dan sesal (sebagai bonusnya) apa yang kubayangkan bisa terselenggara dengan seder…
Puisi: Di Tempat Pemungutan Sunyi (Karya Hasan Aspahani) Di Tempat Pemungutan Sunyi SUNYI sekali di sini. Aku tak mendengar Engkau. Engkau masih betah diam? Aku datang, cuma untuk memungut suaraku se…
Puisi: Sajak Sakit Pilek (Karya Hasan Aspahani) Sajak Sakit: Pilek LUAS napas ternyata hanya selapang sepasang lubang, mudah sekali mengingatkan aku pada mati yang pasti. Nyawa itu, mung…
Puisi: Penyair, Buah Apel, dan Dokter yang Cantik (Karya Hasan Aspahani) Penyair, Buah Apel, dan Dokter yang Cantik (: M Aan Mansyur) PADA suatu pagi, dia menjelma jadi burung kecil Lalu ia terbang dan hingg…
Puisi: Menyelinap di Antara Abjadmu (Karya Hasan Aspahani) Menyelinap di Antara Abjadmu Aku mau jadi sebuah huruf, sebuah konsonan yang hidup, menyelinap di antara abjadmu Aku akan tetap ada di s…
Puisi: Anak dan Ayah (Karya Hasan Aspahani) Anak dan Ayah Ia terbangun tengah malam, mengambil air minum, dan terganggu oleh tangisan seorang anak yang terpisah dari ayahnya yang …
Puisi: Caraku Mencintaimu (Karya Hasan Aspahani) Caraku Mencintaimu AKU mencintaimu dengan sangat tak hati-hati Tak kutimbang lagi bahwa aku akan patah hati Aku pencinta yang bodoh, da…
Puisi: Inilah Segala Cinta yang Aku Punya (Karya Hasan Aspahani) Inilah Segala Cinta yang Aku Punya APA yang kulakukan ini? Merumuskan cintaku padamu dengan huruf tak cukup dan kalimat yang buruk? Cinta yang…