Puisi: Ode Bumi (Karya Nenden Lilis Aisyah) Ode Bumi jika dia padi semestinya tumbuh dalam sawah yang gembur jika dia jagung semestinya bertunas dalam ladang-ladang subur semestinya, pucuk-pucu…
Puisi: Pada Suatu Hari Teduh (Karya Nenden Lilis Aisyah) Pada Suatu Hari Teduh - Diwana Fikri Aghniya kau suka air selokan yang kencang itu lalu kau alirkan sehelai daun dalam arusnya "semoga sampai d…
Puisi: Melayari Air Mata Ibu (Karya Nenden Lilis Aisyah) Melayari Air Mata Ibu akulah kini yang mengambang di telaga air matamu meski masih kuingat lengking weker itu membawaku ke negeri jauh kuingat sendu …
Puisi: Aku Ingin Melukismu (Karya Nenden Lilis Aisyah) Aku Ingin Melukismu aku ingin melukis wajahmu yang temaram dengan kuasku yang menggeletar rindu di kanvas langit yang memerah akan kubingkai dengan m…
Puisi: Catatan Ibu (Karya Nenden Lilis Aisyah) Catatan Ibu tak kutemukan catatan atau jejak nasib pada garis tanganku kecuali masa-masa yang tertahan dan menumpuk di matamu, ibu, dan telah menjadi…
Puisi: Pengungsi (Karya Nenden Lilis Aisyah) Pengungsi ini dada kami segetas gelas, serapuh kasa tua dapat dengan mudah kau pecahkan atau kau robek apalagi jika kau bidik dengan senjata dan kau …
Puisi: Kesaksian (Karya Nenden Lilis Aisyah) Kesaksian kujadikan sajak ini saksi untuk segala yang hampir terjadi, di luar rencana, tak selesai, dan tak sampai-sampai kujadikan sajak ini saksi b…
Puisi: Penjemput Maut (Karya Nenden Lilis Aisyah) Penjemput Maut kau mengirim musik dari badai yang menghempaskan kerikil-kerikil es ke kaca jendela dan derak pohon-pohon tumbang raungan angin menyun…
Puisi: Kerikil (Karya Nenden Lilis Aisyah) Kerikil akhirnya, tinggal kerikil di hatiku dan rasa linu jari-jari dicongkel kukunya bertahun mengingatmu, hanya mengundang kesedihan seseorang meni…
Puisi: Percakapan Malam (Karya Nenden Lilis Aisyah) Percakapan Malam stasiun itu mempertemukan mereka di ruang tunggu yang berat, bisu, dan kelabu (orang-orang bergegas pulang lengking peluit telah lam…
Puisi: Rumah Kenangan (Karya Nenden Lilis Aisyah) Rumah Kenangan seorang tanpa rumah tak bisa pulang kemana-mana kecuali pada kenangan di pohon jambu klutuk pada ibu-bapak renta yang terpekur di kama…
Puisi: Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya (Karya Nenden Lilis Aisyah) Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya memang, hanya sejenak kau mengajakku wisata di abad lama gembira menyaksikan trubadur dan sirkus boneka di centrum-ce…
Puisi: Que Sera-Sera (Karya Nenden Lilis Aisyah) Que Sera-Sera - kepada para penyair Indo pulang dari kotamu malam hari di kereta yang melaju dalam angin keras musim dingin masih terhirup uap anggur…
Puisi: Sajak Rumah (Karya Nenden Lilis Aisyah) Sajak Rumah rumah ini semakin sempit di dalamnya kita sama-sama terpuruk dan tak bisa saling menolong ruang bau mengkudu sedang kuku tetap membiru wa…
Puisi: Candu (Karya Nenden Lilis Aisyah) Candu ada yang datang menagih pada malam yang tak pernah kutunggu dia menagih dengan aroma candu di mulutnya yang tiba-tiba tercicip lidahku aku tak …