Puisi: Lorong (Karya Rahman Arge) Lorong Di lorong yang basah Di antara rumah-rumah tua Bunyi langkahku nyaring sekali Kyoto, 1981 Sumber: Jalan Menuju Jalan (2007) Analisis Puisi: P…
Puisi: Wanita-Wanita Berkimono (Karya Rahman Arge) Wanita-Wanita Berkimono Lewat di jalan setapak batu-batu padas yang basah Wanita-wanita berkimono di bawah payung Bagai menari bersama hujan Nara, 19…
Puisi: Kita Tak Pernah Berhenti Pergi (Karya Rahman Arge) Kita Tak Pernah Berhenti Pergi Selangkah, dua langkah, tiga, lalu tujuh Aku menoleh ke bubungan rumahku Ada angin, mengusap Hatiku susut Akankah aku …
Puisi: Danau Chuzenji (Karya Rahman Arge) Danau Chuzenji Gunung-gunung mengepung rapat danau Chuzenji Siapakah yang meletakkannya di sini? Perahu membawaku ke seberang Dan kur…
Puisi: Khotbah Mafioso (Karya Rahman Arge) Khotbah Mafioso Kita dengarkan percakapan itu Di kursi-kursi atas orang-orang atas Tak ada beda nonton film Ketika Don Artobello, cukong para gangste…
Puisi: Stasiun Bis Cibadak (Karya Rahman Arge) Stasiun Bis Cibadak penunjuk jalan masuk lepas kita di pintu sana singkat sekali pertemuan ini. perlukah kita ke sana hutan-hutan Afrika menjinakkan …
Puisi: Perempuan di Pantai Paotere (Karya Rahman Arge) Perempuan di Pantai Paotere angin pantai ujung tanah menari bersama gelepar kerudungmu pucuk-pucuk gelombang pecah di buritan pinisi usia bertahan pa…
Puisi: Kupu-Kupu (Karya Rahman Arge) Kupu-Kupu Senja menuntunku ke puncak bukit Seekor kupu-kupu hinggap di bunga bakung Sama-sama kami mencari jalan Menuju kaki langit Nikko, 1981 Sumbe…
Puisi: Berlayar ke Buton (Karya Rahman Arge) Berlayar ke Buton Di antara buih Karang berburu gelombang Tak henti-henti aku memburumu Hari esok! Ketika jejak-jejak kemarinku Membayang bagai monst…
Puisi: Jembatan Tua (Karya Rahman Arge) Jembatan Tua wajah seorang arsitek belanda melumut pada jembatan tua pada dua tiangnya menyempit kulihat jaman tersekap kila lalu teringat-ingat masa…
Puisi: Dinihari di Penginapan Shiraume (Karya Rahman Arge) Dinihari di Penginapan Shiraume Sungai kecil Di tepi penginapan Shiraume Mengalir dalam tidurku Kudengar ada langkah Menuju jendelaku --- Engkaukah i…
Puisi: Kepada Hadirin Sekalian (Karya Rahman Arge) Kepada Hadirin Sekalian semakin engkau mencari aku semakin orang lain engkau temukan semakin orang lain engkau semakin aku engkau rindukan Makassar, …
Puisi: Ayam Aduan (Karya Rahman Arge) Ayam Aduan Jam duabelas lewat lima Tengah malam. Ayam aduaaku berkokok dalam kandang. Mengusik sepi yang menghadangku di pintu tidur. Jam delapan pag…
Puisi: Pinisi Berlayar ke Laut Diri (Karya Rahman Arge) Pinisi Berlayar ke Laut Diri Ketika Gandrang Pakanjara sedang ditabuh pantai Bulukumba beringsut menjauh dari tubuh pinisi …
Puisi: Sukabumi (Karya Rahman Arge) Sukabumi Jika anda digoda mati Karena tak suka pada bumi Datanglah ke Sukabumi Konon untuk menimbun sunyi 1972 Sumber: Horison (Mei, 1974) Analisis …
Puisi: Hidup Tai! (Karya Rahman Arge) Hidup Tai! Membayangkan diriku ada dalam periuk ketika dalam gempa waktu, pengarang Kurt Vonnegut menuliskan kata: "Hidup adalah seperiu…