Puisi Tentang Waktu

Puisi: Juga Waktu (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Juga Waktu Kita tak pernah memiliki Rumah yang kita diami semusim telah dituntut kembali Dan tanah yang kita pijak makin larut dalam p…

Puisi: Prologue (Karya Sapardi Djoko Damono)

Prologue masih terdengar sampai di sini duka-Mu Abadi. Malam pun sesaat terhenti sewaktu dingin pun terdiam, di luar langit yang…

Puisi: Sang Waktu Pun Terbangun (Karya Korrie Layun Rampan)

Sang Waktu Pun Terbangun Sang waktu pun terbangun dengan 100 matahari Dan kucuran darah dari nganga liang-liang luka Ketika ludah-ludah dunia yang am…

Puisi: Lautan Waktu (Karya Sanusi Pane)

Lautan Waktu         Jiwaku telah lama merenang lautan waktu dan aku berhenti, membiarkan diriku dipermainkan ge…

Puisi: Antara Diri dan Waktu (Karya Fridolin Ukur)

Antara Diri dan Waktu Antara diri dan waktu Selesai membenahi ruangan — kawan-kawan segera akan datang — naskah musyawarah baru saja selesa…

Puisi: Pintu Waktu (Karya Joshua Igho)

Pintu Waktu Pintu mana yang hendak kautuju sedangkan kelak akan kaulihat benda-benda serupa pintu sementara tubuhmu sudah tak kuat men…

Puisi: Masih Ada Waktu (Karya Lalik Kongkar)

Masih Ada Waktu Raut sembilu wajah yang lugu Entah karena tak tahu Atau mungkin tak perlu tahu Dengan hangatnya dunia yang fana ini Membakar dan memb…

Puisi: Refrein di Sudut Dam (Karya D. Zawawi Imron)

Refrein di Sudut Dam Amsterdam bagiku memang sebuah terminal dengan detik-detik yang terasa mahal Masa sil…

Puisi: Waktu (Karya W.S. Rendra)

Waktu Waktu seperti burung tanpa hinggapan melewati hari-hari rubuh tanpa ratapan sayap-sayap mu'jizat terkebar dengan cekatan. Wakt…

Puisi: Sang Waktu (Karya Sujarwanto)

Sang Waktu Di depan kita ada dia, tapak-tapak yang melangkah Di samping kita ada dia, detik-detik yang mendesah Di belakang kita ada …

Puisi: Bayangan (Karya Ajip Rosidi)

Bayangan Bayanganmu terekam pada permukaan piring, pada dinding Pada langit, awan, ah, ke mana pun aku berpaling: Dan di atas atap rumah angin …

Puisi: Di Dada, Waktu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Di Dada, Waktu Di dada, waktu tumbuh menyemak dan jejak sajak lupa kau simak. Ia meriwayatkan semesta, merekam aneka kejadian. Di dada,…

Puisi: Ia Bertanya pada Waktu (Karya A. Munandar)

Ia Bertanya pada Waktu Bergantian menggurui rindu sementara mesin kota menjajakan pilu "Keringat ibu kota kau sapu sendiri?&qu…

Puisi: Tafakur Waktu (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Tafakur Waktu     - Demi waktu       Sesungguhnya manusia       Benar-benar berada dalam kerugian       …*) . Bagaimanakah kupertanggungjawabkan wakt…

Puisi: Waktu (Karya Mochtar Pabottingi)

Waktu Waktu bukan lagi rantai tanya     hidup yang tak bakal tersimpulkan Waktu bukan lagi harap-harap cemas     di mana kita selalu     betah menung…
© Sepenuhnya. All rights reserved.