Puisi Tentang Waktu

Puisi: Menatap Waktu (Karya Ngurah Parsua)

Menatap Waktu mata langit di jantung melati kutatap waktu terpisah waktu cinta hamba dibalut perjalanan tak menentu; rindu dibalik rindu ternyata kec…

Puisi: Waktu (Karya Kuntowijoyo)

Waktu Engkau dibunuh waktu Sekali lupa mengucap selamat pagi tiba-tiba engkau sudah bukan engkau lagi Waktu membantai bajingan dan para nabi kerajaan…

Puisi: Aku Adalah (Karya A. Munandar)

Aku Adalah Aku adalah ratapan hari-hari yang telah pergi Adalah keheningan cahaya yang tidak bersinar lagi. 2017 Analisis Puisi : Puis…

Puisi: Yang Fana Adalah Waktu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Yang Fana Adalah Waktu Yang fana adalah waktu. Kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari ki…

Puisi: Sajak Hari Kelahiran (Karya Acep Zamzam Noor)

Sajak Hari Kelahiran (Catatan 28 Pebruari) Kota pun jadi basah Lantai pun jadi bersih Hari ini Adalah du…

Puisi: Ekstase Waktu (Karya Afrizal Malna)

Ekstase Waktu Dunia membuka dunia menutup tak jadi manusia Aku kejar ujung jalan menyebelah maut ke mana aku kejar Dunia sendiri t…

Puisi: Warna (Karya Ajip Rosidi)

Warna Menyala warna membakar dada hari-hari penuh bisa waktu dihabisi mimpi-mimpi bocah meningkat dewasa tiga jalan pertem…

Puisi: Setitik Debu (Karya Diah Hadaning)

Setitik Debu Setitik debu lepas dari rambutku yang putih kelabu kutiup penasaran dan gigil raga gemetaran debu jadi gelembung membumbung…

Puisi: Bertahan Kita dalam Ayunan Waktu (Karya Korrie Layun Rampan)

Bertahan Kita dalam Ayunan Waktu Terayun kita dalam saat, dalam terban hari Dingin pun memekat, membasuh jasmani Sejuta makna terlepas dari jari, rai…

Puisi: Setajam Layung Senja (Karya Goenawan Mohamad)

Setajam Layung Senja Setajam layung senja: Lorong-lorong ini pun juga Bergetar antara pucuk, antara gerak samar cemara Dan segala pasti menung…

Puisi: Waktu (Karya Emha Ainun Nadjib)

Waktu Waktu menapaki tanah Waktu bersijingkat, amat perlahan, di jalanan desaku Jika saja diperkenankan, Waktu pengin tinggal abadi padanya, Waktu ta…

Puisi: Perempuan yang Berjalan di Arus Zaman (Karya Diah Hadaning)

Perempuan yang Berjalan di Arus Zaman Aku berjalan meniti windu memunguti luka para saudaraku luka abadi dari era waktu yang membusuk oleh…

Puisi: Losari Tengah Malam (Karya D. Zawawi Imron)

Losari Tengah Malam Dengan Putera-puteri Arsal Malam begini dingin pun diantar kecipak selat Langit yang p…

Puisi: Tangan Waktu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Tangan Waktu selalu terulur ia lewat jendela yang panjang dan menakutkan selagi engkau bekerja, atau mimpi pun tanpa berkata suatu apa bila saja kaut…
© Sepenuhnya. All rights reserved.