Puisi: Rindu Dendam (Karya Gunoto Saparie) Rindu Dendam di padang ilalang sunyi menggenang rindu dendam meradang namun bisu kalbu mengejang Kendal, 2021 Analisis Puisi: Puisi "Rindu Denda…
Puisi: Mengenang Chairil Anwar (Karya Damiri Mahmud) Mengenang Chairil Anwar Cril, biarkan sekali ini airmata kami tumpah di atas limpah sajakmu ketika suatu senja kau berjalan seorang diri mengenang sr…
Puisi: Perahu Kertas (Karya Sapardi Djoko Damono) Perahu Kertas Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali; alirnya san…
Puisi: Di Sisi Perigi Rumah Cut Nyak Dhien (Karya Damiri Mahmud) Di Sisi Perigi Rumah Cut Nyak Dhien cut aku menatap perigimu tak pernah kering dan surut seutas tali dan timba nyauk tetes airmu sejuk dan lembut cut…
Puisi: Keputusan Lama (Karya Eka Budianta) Keputusan Lama Kuputuskan untuk mencintai laut di manapun ia berada. Tapi aku lahir, besar, dan mungkin mati di gunung. Cuma dua tiga kali bertemu la…
Puisi: Aku (Karya Chairil Anwar) Aku (Versi Deru Campur Debu) Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan …
Puisi: Aku Ingat Suatu Kali (Karya Damiri Mahmud) Aku Ingat Suatu Kali aku ingat suatu kali engkau berkata datanglah kembali ke rumah tua itu mematah-matah ranting memungut daun-daun berserakan di ha…
Puisi: Kami Kauhalau ke Lembah-Lembah ke Rumah Rimau (Karya Damiri Mahmud) Kami Kauhalau ke Lembah-Lembah ke Rumah Rimau (1) Dari manatah arah kumandang dipukul bertalu-talu orang-orang dari luhak dan urung maklum dan tahu L…
Puisi: Ibu yang (Karya Abdul Wachid B. S.) Ibu yang ibu yang menahan diri ketika aku menjerit terlepas dari rahimnya dan tersenyum syukur ketika aku mengenal bahasa lewat tangis …
Puisi: Sebelum Laut Bertemu Langit (Karya Eka Budianta) Sebelum Laut Bertemu Langit Seekor penyu pulang ke laut Setelah meletakkan telurnya di pantai Malam ini kube…
Puisi: Kota Tua (Karya Gunoto Saparie) Kota Tua kota tua kota lama kota purba nyaris musna kenangan dan lumut impian sia-sia dipagut proyek pelestarian 2022 Analisis Puisi: Puisi "Kot…
Puisi: Aroma (Karya Gunoto Saparie) Aroma siapa pun itu yang berdiri di depan pintu pergilah, janganlah mengganggu aku tak mengharapkan tamu siapa pun itu ah, tapi justru kudengar suar…