Puisi B. Y. Tand

Puisi: Prahara (Karya B. Y. Tand)

Prahara Prahara bermula dari laut dosa telaga purba mencoretkan dendam demi dendam manusia di dinding-dinding laut terbuka mengunyah darah dagingnya …

Puisi: Waktu (Karya B. Y. Tand)

Waktu Dalam deras sungaimu aku dan waktu berpacu mendaki bukit sunyi yang kaujanjikan Hiruk pikuk suara menggapai langit putihmu terlempar ke kolam-k…

Puisi: Beribu-ribu Anak Sungai Mengalir (Karya B. Y. Tand)

Beribu-ribu Anak Sungai Mengalir Beribu-ribu anak sungai mengalir     ke dalam darahku kemana kutampahkan Beribu-ribu anak panah menikam     ke dalam…

Puisi: Kalau Masih Ada Pilihan Lain (Karya B. Y. Tand)

Kalau Masih Ada Pilihan Lain (kepada Federico Garcia Lorca) Kalau masih ada pilihan lain kupilih ombak ganas. Menghempas dalam matamu. Semak belukar …

Puisi: Tragedi (Karya B. Y. Tand)

Tragedi Setelah lampu kaupadamkan bening mata ikan dapatkah kautangkap langit berdandan dengan seribu kunang-kunang bergetar dalam gelap. Menunjuk ke…

Puisi: Nyanyian Gerimis (Karya B. Y. Tand)

Nyanyian Gerimis Seperti ada tangan menyentakkan gerimis itu dari tangkainya. Daun-daun tersedu Padahal gerimis itu menyanyikan ninabobo dari pohon k…

Puisi: Apiku, Airku, Anginku, Tanahku (Karya B. Y. Tand)

Apiku, Airku, Anginku, Tanahku Di atas apiku kubakar matahari luka-luka kubasuh dalam airku Kepada anginku kutaburkan rindu-rindu dendam-dendam kutan…

Puisi: Siapa yang Memintas di Depan Rumahku (Karya B. Y. Tand)

Siapa yang Memintas di Depan Rumahku Siapa yang memintas di depan rumahku senja itu ketika semua jendela tertutup dan sepasang mata mengintip di gord…

Puisi: Indonesiaku adalah Indonesia (Karya B. Y. Tand)

Indonesiaku adalah Indonesia Indonesiaku adalah Indonesia Menjinakkan badai dalam matanya Mengobarkan birahi dari rambutnya Memabukkan pelaut mengeja…

Puisi: Aku Bergantung pada Kabut (Karya B. Y. Tand)

Aku Bergantung pada Kabut Aku bergantung pada kabut Priangan lelap kupangku dalam mimpiku Sepi kaukah yang berderit ketika kedua bukit itu kudaki, pe…

Puisi: Jika Bayi yang Lahir Hari Ini Tahu Rahasia Dunia (Karya B. Y. Tand)

Jika Bayi yang Lahir Hari Ini Tahu Rahasia Dunia Jika bayi yang lahir hari ini tahu rahasia dunia Akan direnanginya kembali lautan rahasia dalam rahi…

Puisi: Di Antara Badai (Karya B. Y. Tand)

Di Antara Badai Di Antara Senyap Di antara badai     kita taburkan racun     kita hirup setiap hari     Di antara senyap kita tanamkan dendam kita su…

Puisi: Di Antara Gelombang (Karya B. Y. Tand)

Di Antara Gelombang Di antara gelombang kita dirikan rumah untuk anak cucu. Barangkali mereka bakal lahir dalam cuaca berkabut dan hujan deras tak he…

Puisi: Sketsa (Karya B. Y. Tand)

Sketsa (1) Seseorang berkata: Merdeka ! Badai bangkit dalam matanya menggertapkan gigi-gigi ombak Bumi menyebarkan wewangian ke udara Angin istrahat …

Puisi: Igaumu Seorang Anak Buruh Perkebunan Karet (Karya B. Y. Tand)

Igaumu Seorang Anak Buruh Perkebunan Karet Jangan menangis tresnoku lihat, langit begitu kelam karena matahari kita telah lama padam sebentar lagi ak…
© Sepenuhnya. All rights reserved.