Puisi B. Y. Tand

Puisi: Mengapa Tiba-Tiba Kau Menjadi Asing (Karya B. Y. Tand)

Mengapa Tiba-Tiba Kau Menjadi Asing Mengapa tiba-tiba kau menjadi asing ketika angin beku dan teka-teki itu tak juga terjawab. Sebelum sisa senja itu…

Puisi: Doa Seorang Manusia (Karya B. Y. Tand)

Doa Seorang Manusia Tuhanku Jadikan aku batu-batu tembok kota Jakarta biar kusimpan semua rahasia penghuninya dalam diamku yang setia Karena diamku s…

Puisi: Tiba-Tiba Angin pun Merunduk (Karya B. Y. Tand)

Tiba-Tiba Angin pun Merunduk Tiba-tiba angin pun merunduk ketika sesuatu berkelebat menyapa entah siapa di antara kita Barangkali daun-daun di halama…

Puisi: Seekor Burung Kehilangan Dahan Tempatnya Bertengger Dahulu (Karya B. Y. Tand)

Seekor Burung Kehilangan Dahan Tempatnya Bertengger Dahulu Seekor burung mengatupkan sayapnya bertengger di atas cerobong sebuah pabrik, termenung se…

Puisi: Ketika Matahari Tertidur (Karya B. Y. Tand)

Ketika Matahari Tertidur Ketika matahari tertidur, sisa langkahnya tertinggal di luar mengusik ujung sepatuku gelisah mematuk-matuk bumi Ke mana kau …

Puisi: Setelah Pintu Terbuka (Karya B. Y. Tand)

Setelah Pintu Terbuka Setelah pintu terbuka jam berhamburan ke udara kaudekap laut dan tidur di atas ombak walau pun kakimu tak sampai ke dasarnya Da…

Puisi: Laut (Karya B. Y. Tand)

Laut Dari pintu ke pintu matahari mengetuk langit mengulurkan kepalanya menyapa: Siapa? Pulanglah! Laut sudah letih dan sangat tua Tetapi biru matany…

Puisi: Percakapan (Karya B. Y. Tand)

Percakapan (1) sudahlah, kita akhiri saja percakapan ini Karena kita hampir sampai sekarang ke pantai laut tenang burung-burung berkicau di dahan hij…

Puisi: Igaumu Seorang Anak Buruh Perkebunan Karet (Karya B. Y. Tand)

Igaumu Seorang Anak Buruh Perkebunan Karet Jangan menangis tresnoku lihat, langit begitu kelam karena matahari kita telah lama padam sebentar lagi ak…

Puisi: Cermin (Karya B. Y. Tand)

Cermin (1) Kudekap gemetar lautmu dan bayang-bayang yang hampir hilang tatkala cahaya merebut gelap dari sisiku Ke mana hilangnya sajak-sajak yang ku…

Puisi: Tiba-Tiba Kita Temukan Diri Kita (Karya B. Y. Tand)

Tiba-Tiba Kita Temukan Diri Kita Tiba-tiba kita temukan diri kita lengkap. Terperangkap dalam nisbi. Sia-sia! 1980 Sumber:  Sajak-Sajak Diam (1983) A…

Puisi: Sajak Sehabis Mimpi (Karya B. Y. Tand)

Sajak Sehabis Mimpi     Sehabis mimpi anakku bertanya dendam siapa terkubur di laut     sehingga laut itu bergumam menyimpan badai, papa?     Sehabis…

Puisi: Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh (Karya B. Y. Tand)

Dalam Lautku Kapal-Kapal Bertolak dan Berlabuh Dalam lautku kapal-kapal bertolak memuat luka-luka Dalam lautku kapal-kapal berlabuh menyusukan luka-l…

Puisi: Indonesiaku adalah Indonesia (Karya B. Y. Tand)

Indonesiaku adalah Indonesia Indonesiaku adalah Indonesia Menjinakkan badai dalam matanya Mengobarkan birahi dari rambutnya Memabukkan pelaut mengeja…
© Sepenuhnya. All rights reserved.