Puisi Bambang Darto

Puisi: Sore Hari (Karya Bambang Darto)

Sore Hari Hujan turun di saat jam rusak dan matahari menggelap Hari tanpa angin dan ketika geludug menggedor dada hatiku luka Ah, cinta yang tak sali…

Puisi: Apel dan Gadis (Karya Bambang Darto)

Apel dan Gadis Apel merah matang mengeras di dada gadis mungkin dirabuk pakai kosmetik kadang nampak lembek bagai ilham yang sulit menangkap teka-tek…

Puisi: Kabut (Karya Bambang Darto)

Kabut Rumput-rumput dan bunga-bungaan di kebun mungil menggumam dalam perubahan warna: beku dan kelabu Aneh, senantiasa menghadap padaku Perempuan, s…

Puisi: Tercerai dari Laut (Karya Bambang Darto)

Tercerai dari Laut Jika mawar lesi tak memerah kembali apa yang dibisikkan musim pada matahari Jika bulan tak muncul dan bintang-bintang tak berhambu…

Puisi: Aku dan Kotaku (Karya Bambang Darto)

Aku dan Kotaku Aku telah tiba di kotaku lagi tanpa perasaan merdeka Aku berjalan dalam hujan hidup dalam hujan Kenangan pahit yang turun dari langit …

Puisi: Melambunglah Wahai Melambunglah (Karya Bambang Darto)

Melambunglah Wahai Melambunglah Maut melambunglah. Aduhai melambunglah. Ke langit biru ke negeri Tuhan Jangan meraung bagai kecapi ajaib Ada di siang…

Puisi: Laut (Karya Bambang Darto)

Laut Apa yang senantiasa bergoyangan di tengah lautan Buih yang berkejaran atau cuma ilusi yang terbentang Atau darah alam yang mengombak dan membuat…

Puisi: Matahari Esok Hari (Karya Bambang Darto)

Matahari Esok Hari Wariskan bumi yang manis pada anak-anak kita bukan pijar matahari yang membakar dada mereka dan mengobarkan perdebatan zaman di lu…

Puisi: Pelabuhan Tanjung Perak (Karya Bambang Darto)

Pelabuhan Tanjung Perak Pelabuhan ini terjaga sejuta armada selat Madura Cakrawala putih bagai cerita amsal Gelombang pun memukul ajaran palsu dalam …

Puisi: Mama (Karya Bambang Darto)

Mama Mawar selalu mekar Semerbak cinta mewujud Di musim hujan. Cinta yang tak saling meminta Cinta yang saling memberi Seluruh keinginan. Selalu saja…
© Sepenuhnya. All rights reserved.