Puisi Hijaz Yamani

Puisi: Perjalanan Jauh (Karya Hijaz Yamani)

Perjalanan Jauh Telah kulakukan perjalanan, amat jauh mengorbit lewat kasyaf. Panorama dahsyat di mana-mana. Begitu semesta noktah-noktah memancar da…

Puisi: Wartawan (Karya Hijaz Yamani)

Wartawan (cendera mata bagi HUT PWI ke-46 dan HPN ke-8) Kata orang wartawan adalah pencari obyek tapi tentu saja bukan tukang obyek apalagi tukang oj…

Puisi: Kemerdekaan (Karya Hijaz Yamani)

Kemerdekaan Kepada Proklamator Ketika naskah dibaca Kita pun bangkit dari luka-luka sejarah Bendera berkibar dalam perarakan besar Maka dengan ini ka…

Puisi: Di Sebuah Tanjung (Karya Hijaz Yamani)

Di Sebuah Tanjung sebuah tanjung – dataran pasir putih-putih ujungnya keris ombak yang mendidih matahari senja terkaca kerdip mercu yang menyala angi…

Puisi: Surat kepada Fatima Cerik di Mostar (Karya Hijaz Yamani)

Surat kepada Fatima Cerik di Mostar, Bosnia-Herzegovina Fatima, Benarlah, 1992 adalah "annus horribilis" Tahun yang baru kita lewati Tahun …

Puisi: Pelayaran (Karya Hijaz Yamani)

Pelayaran Pelayaran panjangkah yang kita ikrarkan ataukah kita mencapai pelabuhan pertama mencari cinta yang hilang di daratan? Hari-hari memang memb…

Puisi: Pengantar (Karya Hijaz Yamani)

Pengantar Kita apakan alur cermin ketika kita merapat berduaan Bulan tidak timbul tapi kita bisa melihat lembah itu dari balik alur cermin ini Kau ap…

Puisi: Doa (Karya Hijaz Yamani)

Doa Betapapun getirnya hidup ini Betapa gemuruhnya laut yang menerima kapalku aku masih berbahagia dengan napas dengan pikiran dengan perasaan yang K…

Puisi: Tentu tak Bisa Kubilang (Karya Hijaz Yamani)

Tentu tak Bisa Kubilang Berapa Titik Hujan Memberi Kedalaman Dasar Samudera Tentu tak bisa kubilang berapa dalam lubuk hati-Mu Tangan-Mu memberi ruan…

Puisi: Subuh (Karya Hijaz Yamani)

Subuh Embun dan peluh senyawa ketika bulan pudar Malam dibenam sawang yang mula terbakar Cinta manusia berjumpa yang lahir diam-diam Dan senyawa dala…

Puisi: Elegi Kota (Karya Hijaz Yamani)

Elegi Kota Kotaku yang tak pernah lagi tidur malam-malam selalu menerima nasib orang-orang di sepanjang jalan dalam alur yang deras Orang-orang pun m…

Puisi: Tentang Angin (Karya Hijaz Yamani)

Tentang Angin Angin datang dari mana-mana dari pegunungan dari lembah dari samudera dari benua-benua dari pusat bumi dari pintu langit dari dunia mak…
© Sepenuhnya. All rights reserved.