Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi Hijaz Yamani

Puisi: Suatu Kehadiran (Karya Hijaz Yamani)

Suatu Kehadiran  – Kepada Arthum Artha Mula-mula kita masih cari yang belum jumpa Sampai pada malam-malam larut memendam rasa mimpi Sekali terwujud g…

Puisi: Kubur dan Kebun (Karya Hijaz Yamani)

Kubur dan Kebun Sebuah kubur di sini, di pinggir kebun Sebuah kebun di sana, di dalam kubur Kubur di sini matahari menyinar sepanjang hari Kebun di s…

Puisi: Taman (Karya Hijaz Yamani)

Taman                 Pengembara yang singgah dan pemain-pemain yang letih datang tanpa salam, tanpa permusuhan, tapi juga tanpa persahabatan dalam p…

Puisi: Pada Hari Jadi Sebuah Kota (Karya Hijaz Yamani)

Pada Hari Jadi Sebuah Kota Ketika kumasuki kembali gerbang kota orang-orang mencoba menghiasinya dengan bendera pusaka orang-orang mencoba merindukan…

Puisi: Kota M (Karya Hijaz Yamani)

Kota M Masih setenang dulu kota lama dan taman raja-raja Apakah karena wali dan serambi tanah suci dan pegunungan dan hujan memberi berkah dan mengal…

Puisi: Langkah-Langkah Siapakah Itu (Karya Hijaz Yamani)

Langkah-Langkah Siapakah Itu Langkah-langkah siapakah itu menapak di dingin malam Langkah-langkah siapakah itu menyerahkan miliknya di tangan bayang-…

Puisi: Laut dan Aku (Karya Hijaz Yamani)

Laut dan Aku Laut dan aku tidak tergantung pada angin Pada bumi ketiga dalam bayangan Laut ruang dari berlaksa mata Ketika kaku kompas dan pecahnya k…

Puisi: Dalam Pesawat (Karya Hijaz Yamani)

Dalam Pesawat (Banjarmasin/Kotabaru) Kami pandang lembah merayap di bawah sana bumi pun membuhulkan uap pagi hari awan tipis di lereng-lereng meratus…

Puisi: Pujangga Anak Peladang (Karya Hijaz Yamani)

Pujangga Anak Peladang Suara-suara yang menebar di gunung-gunung begitu menjelujuri suasana yang syahdu dan merindui kegairahan hidup – pada diri-dir…

Puisi: Pelabuhan (Karya Hijaz Yamani)

Pelabuhan Di ujung kota lahir yang gerimis sepinya kapal berlabuh Tapi betul engkau itu yang kukenal dalam jukung merangkul pengayuh Hei! Inilah aku …

Puisi: Perjalanan Jauh (Karya Hijaz Yamani)

Perjalanan Jauh Telah kulakukan perjalanan, amat jauh mengorbit lewat kasyaf. Panorama dahsyat di mana-mana. Begitu semesta noktah-noktah memancar da…

Puisi: Wartawan (Karya Hijaz Yamani)

Wartawan (cendera mata bagi HUT PWI ke-46 dan HPN ke-8) Kata orang wartawan adalah pencari obyek tapi tentu saja bukan tukang obyek apalagi tukang oj…

Puisi: Kemerdekaan (Karya Hijaz Yamani)

Kemerdekaan Kepada Proklamator Ketika naskah dibaca Kita pun bangkit dari luka-luka sejarah Bendera berkibar dalam perarakan besar Maka dengan ini ka…

Puisi: Di Sebuah Tanjung (Karya Hijaz Yamani)

Di Sebuah Tanjung sebuah tanjung – dataran pasir putih-putih ujungnya keris ombak yang mendidih matahari senja terkaca kerdip mercu yang menyala angi…
© Sepenuhnya. All rights reserved.