Puisi Mochtar Pabottingi

Puisi: Suatu Malam di Honolulu (Karya Mochtar Pabottingi)

Suatu Malam di Honolulu Seorang setengah baya Melantunkan lagu-lagu Hawaii Dengan gitar. Di sidewalk Waikiki "Untuk tuan-tuan. Untuk nyonya-nyo…

Puisi: Too Haa (Karya Mochtar Pabottingi)

Too Haa Tak ada kata lain dari itu untuk itu Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa Terasa jauh sekali Sidratul Muntaha Terasa jauh sekali Tapi terasa …

Puisi: Karaeng (Karya Mochtar Pabottingi)

Karaeng Karaeng tegak di hulu kapalnya Memandang ke ufuk yang gemetar Oleh riuh badai. Di balik samudra Dilihatnya dasar gelombang Yang berpacu Diden…

Puisi: Waktu (Karya Mochtar Pabottingi)

Waktu Waktu bukan lagi rantai tanya     hidup yang tak bakal tersimpulkan Waktu bukan lagi harap-harap cemas     di mana kita selalu     betah menung…

Puisi: Concierto di Monona (Karya Mochtar Pabottingi)

Concierto di Monona Rodrigo! Kaukah yang melantunkan lengking rindu di sepanjang gigir telaga Darimukah denting-denting itu. Di padang-padang salju C…

Puisi: Kuil Ise, Prosesi (Karya Mochtar Pabottingi)

Kuil Ise, Prosesi /A/ Prosesi ajaib itu bergerak     di tengah gerimis     dalam percintaan kosmis Berjubah putih-putih. Mereka berbaris     Seperti …

Puisi: Suara-Suara (Karya Mochtar Pabottingi)

Suara-Suara Selalu dari rahim malam engkau bangkit mengusik aku Hai suara-suara Jadi duka belantara Jadi lengking gerapai Lalu aku pun bersimpuh di p…

Puisi: Harau (Karya Mochtar Pabottingi)

Harau Simak baik-baik Garis-garis hitam vertikal itu Di deretan panjang tebing batu Di situ Berjilid-jilid tambo mustahil tuntas Engkau tuturkan Lalu…

Puisi: Serpih Kapas (Karya Mochtar Pabottingi)

Serpih Kapas Aku adalah serpih kapas     kelopak randu     yang melambung di angin lintas Secercah demi secercah serat-serat tubuhku     luruh tiap k…

Puisi: Untuk Mati (Karya Mochtar Pabottingi)

Untuk Mati Malam ini kembali kurebahkan Seluruh diriku Di altar kremasiMu Ada yang terus menggelembung. Ya Khalik Ada yang terus melilit. Begitu sara…

Puisi: Selalu Aku Menjelma dalam Hujan (Karya Mochtar Pabottingi)

Selalu Aku Menjelma dalam Hujan A Pada mulanya adalah panah-panah air     yang menari berloncatan di atas genang     di tabuh tambur daunan pohon-poh…

Puisi: Kereta Api Terakhir (Karya Mochtar Pabottingi)

Kereta Api Terakhir Tak dihitung lagi matahari Ketika kereta itu bergerak. Ke dunia yang lain Cakrawala kehilangan ufuk. Orang-orang terpaku     di t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.