Puisi: Kidung Damai (Karya Motinggo Boesje) Kidung Damai Kidung ini kidung pohon, dahan, dan buah Kidung ini kidung damai Kidung ini kidung anak domba dan serigala yang makan rumput bersama di …
Puisi: Tentang Makna (Karya Motinggo Boesje) Tentang Makna Sungguh rugi serugi kehilangan isi dunia Pabila engkau bersua seorang Aulia Tanpa memberi salam Lebih rugi serugi kerugian semua Pabila…
Puisi: Kearifan (Karya Motinggo Boesje) Kearifan Rumpun daun itu takkan berharap berbunga lagi Kemandulan tiba seperti manusia dimasukinya tua usia Adakah rumpun daun bersedih risau seperti…
Puisi: Tentang Hewan Kecil dan Hewan Berfikir (Karya Motinggo Boesje) Mata Pelajaran Sanu, Sang Guru Tentang Hewan Kecil dan Hewan Berfikir perhatikan perhatikan perhatikan semut hitam perhatikan perhatikan mereka berhe…
Puisi: Merasuk Malam (Karya Motinggo Boesje) Merasuk Malam Saatnya tiba untuk berbisik perlahan pada Tuhan aku sudah siap tapi ingin tahu bilakah saat diriku Kau ambil Agar kurasakan nikmat maut…
Puisi: Satu Renungan di Masjid (Karya Motinggo Boesje) Satu Renungan Di Masjid Haewon, Seoul, Korea, 1986 Hari Rabu lalu Awal malam Kening kutempel di lantai pualam dalam salat sunat dua rakaat Tuhan di n…
Puisi: Sajak Lelah (Karya Motinggo Boesje) Sajak Lelah Aku telah lelah Beri aku pohon Agar dapat bersandar dan di atas rumput hijau menghalau kenangan lampau Lalu sunyi membawa mimpi Dan umur …
Puisi: Perjalanan Panjang (Karya Motinggo Boesje) Perjalanan Panjang Memahami gerak angin sejalan desah batin ke sana kita semakin kenal rumah asal Sebelas tahun mengasah resah yang kau dapat hanya g…
Puisi: Tentang Mimpi (Karya Motinggo Boesje) Tentang Mimpi (1) Dalam pengalaman Sanu aku bermimpi Seorang Raja memasuki rumah berpintu rendah Terantuklah kepada beliau yang dihormati jutaan manu…
Puisi: Jalan Rata ke Pegunungan (Karya Motinggo Boesje) Jalan Rata ke Pegunungan Tinggal engkau pelabuhan dalam isi suaramu aku menyelam pada kota yang bernafas panas dinama-nama jalan, di lampu-senja keli…
Puisi: Pada Suatu Dini Hari (Karya Motinggo Boesje) Pada Suatu Dini Hari Luputlah takut, luputlah maut Kudengar dendang sayang seorang ibu menidurkan anak. Mungkin dia itu ibuku yang menidurkan aku emp…
Puisi: Buat Penyair Sufi (Karya Motinggo Boesje) Buat Penyair Sufi Abdul Hadi W.M. Setelah kau memeluk Tuhan Peluk pula istrimu Pernah kudengar seorang ahli ibadah Dengan puasa seribu hari Dengan se…
Puisi: Potret Diri (Karya Motinggo Boesje) Potret Diri kembalikan ia pada dulunya yang riang berciuman erat dengan sajak-sajak tidak akan kutahan lama bias matanya yang mengagumi padanya terca…
Puisi: Kepada Penyair Besar Sutardji Calzoum Bachri (Karya Motinggo Boesje) Kepada Penyair Besar Sutardji Calzoum Bachri Kau bilang padaku keningmu lecet karena bersujud Kubilang padamu …
Puisi: Di Rumah Sakit Besar (Karya Motinggo Boesje) Di Rumah Sakit Besar Ternyata, kita sedang berada di sini, di tanah asal, dunia kita semua Namun, kita mesti mengerti, Bahwa kita semua, bermilyar ju…