Puisi Iman Budhi Santosa

Puisi: Kinanthi Besalen Pandai Besi (Karya Iman Budhi Santosa)

Kinanthi Besalen Pandai Besi Kepada tungku, kepada palu baja sedia bersekolah. Mau berguru berpijar menakar desis ububan ikhlas tinggal bahan kembali…

Puisi: Balada Perempuan-Perempuan Tercinta (Karya Iman Budhi Santosa)

Balada Perempuan-Perempuan Tercinta Perempuan-perempuan tercinta memaparkan kasih tatkala kita berkubang darah di pangkuannya. Semenjak tarikan nafas…

Puisi: Legenda Damarwulan (Karya Iman Budhi Santosa)

Legenda Damarwulan Sejak dulu aku tidak percaya, Raden serupa Anjasmara. Engkau bukan pekathik bukan sudra, bukan rumput muda pantas jadi makanan kud…

Puisi: Malioboro Malam Hari (Karya Iman Budhi Santosa)

Malioboro Malam Hari Gambar-gambar itu demikian sabar. Menunggu kita melamar, mendaftarkan potret diri ke dalam album orang-orang yang sepaham dengan…

Puisi: Tragedi Kesetiaan Seorang Emban (Karya Iman Budhi Santosa)

Tragedi Kesetiaan Seorang Emban : Anjani dan Endang Suwarsih Selesai membasuh muka di bibir telaga ia tak berani meratap karena duka putri junjungan …

Puisi: Semalam di Astana Saptarengga Imogiri (Karya Iman Budhi Santosa)

Semalam di Astana Saptarengga Imogiri Tinggal cungkup setia memayungi masih saja mendaki bila mendekat telanjang kaki, sembunyi di balik seragam abdi…

Puisi: Orang-Orang Pasar Malam (Karya Iman Budhi Santosa)

Orang-Orang Pasar Malam Petang sebelum Berdandan Siapakah mereka, ketika matahari Masih ada, ketika tenda belum bercahaya? "Benar, kami hidup da…

Puisi: Melati buat Multatuli (Karya Iman Budhi Santosa)

Melati buat Multatuli Lebak membara, tersulut api nurani Setiabudi Indo yang melawan arus kali bayonet yang menikam balik dada Kumpeni Kebetulan saja…

Puisi: Kisah Dukun Tua Pebukitan Girilaya (Karya Iman Budhi Santosa)

Kisah Dukun Tua Pebukitan Girilaya Telah kusalami daun srigunggu, tapak liman dan rumpun katu yang setia menunggu. Ribuan catatan tertera di sana ser…

Puisi: Ziarah Tanah Jawa (Karya Iman Budhi Santosa)

Ziarah Tanah Jawa Tinggal satu jalan yang ditunjukkan kota-kota berdebu pada usia enam satu. "Kembalilah ke Jawa..." menyusuri jejak ingas …

Puisi: Yang Pertama dan Akhirnya (Karya Iman Budhi Santosa)

Yang Pertama dan Akhirnya waktu yang jatuh mengusik mimpi-mimpi itu adalah setasiun pertama, di mana hidup mulai bergerak di atas roda-roda peristiwa…

Puisi: Orang-Orang Percetakan Lewat Tengah Malam (Karya Iman Budhi Santosa)

Orang-Orang Percetakan Lewat Tengah Malam Dengan sabar dan sekaligus pintar mereka jaga mesin-mesin itu berputar. Meronda gigi, rol tinta, bunyi suar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.