Puisi: Semalam di Astana Saptarengga Imogiri (Karya Iman Budhi Santosa) Semalam di Astana Saptarengga Imogiri Tinggal cungkup setia memayungi masih saja mendaki bila mendekat telanjang kaki, sembunyi di balik seragam abdi…
Puisi: Orang-Orang Pasar Malam (Karya Iman Budhi Santosa) Orang-Orang Pasar Malam Petang sebelum Berdandan Siapakah mereka, ketika matahari Masih ada, ketika tenda belum bercahaya? "Benar, kami hidup da…
Puisi: Melati buat Multatuli (Karya Iman Budhi Santosa) Melati buat Multatuli Lebak membara, tersulut api nurani Setiabudi Indo yang melawan arus kali bayonet yang menikam balik dada Kumpeni Kebetulan saja…
Puisi: Kisah Dukun Tua Pebukitan Girilaya (Karya Iman Budhi Santosa) Kisah Dukun Tua Pebukitan Girilaya Telah kusalami daun srigunggu, tapak liman dan rumpun katu yang setia menunggu. Ribuan catatan tertera di sana ser…
Puisi: Ziarah Tanah Jawa (Karya Iman Budhi Santosa) Ziarah Tanah Jawa Tinggal satu jalan yang ditunjukkan kota-kota berdebu pada usia enam satu. "Kembalilah ke Jawa..." menyusuri jejak ingas …
Puisi: Yang Pertama dan Akhirnya (Karya Iman Budhi Santosa) Yang Pertama dan Akhirnya waktu yang jatuh mengusik mimpi-mimpi itu adalah setasiun pertama, di mana hidup mulai bergerak di atas roda-roda peristiwa…
Puisi: Orang-Orang Percetakan Lewat Tengah Malam (Karya Iman Budhi Santosa) Orang-Orang Percetakan Lewat Tengah Malam Dengan sabar dan sekaligus pintar mereka jaga mesin-mesin itu berputar. Meronda gigi, rol tinta, bunyi suar…
Puisi: Buat Siapa (Karya Iman Budhi Santosa) Buat Siapa sampai tak ada hitam putihnya mata jauh ke depan, jatuh entah dilepaskan jadi menanti ia susah dialamatkan diam tambah menusuk ranjang tak…
Puisi: Malam Pasar Loak (Karya Iman Budhi Santosa) Malam Pasar Loak Orang-orang terjepit, orang-orang bernasib pahit membuat sempit trotoar, membangun pasar pada selembar kain yang tergelar. Sambil me…
Puisi: Legenda Jembatan Jahanam (Karya Iman Budhi Santosa) Legenda Jembatan Jahanam Ada pesta di kolong jembatan itu. Kendang rebana, suara-suara maya muncul dari karat pilar tuanya. Rumpun bambu, batu-batu m…
Puisi: Angin Negeri Anak Gembala (Karya Iman Budhi Santosa) Angin Negeri Anak Gembala Waktu angin mati, layang-layang kembali kertas rautan bilah bambu dan benang kehilangan napas anak-anak gembala pun segera …
Puisi: Perayaan Hantu (Karya Iman Budhi Santosa) Perayaan Hantu Malam itu, anak-anak membuat diriku dari rautan bilah bambu kepala tempurung kelapa, diberi baju kain rombeng dikalungkan pensil, untu…