Puisi: Jejak Asmara (Karya Dewis Pramanas) Jejak Asmara Dari sudut-sudut taman Kau tampak tersipu bahagia Entah berapa lama cahaya itu menetap Pada dinding hati yang kasmaran Denyut jantung be…
Puisi: Sarapan di Undak Sayan (Karya Nirwan Dewanto) Sarapan di Undak Sayan Antara piring putih ini dan cakram matahari kukekalkan sepetak roti dengan luka ujung jari. Antara meja tohor i…
Puisi: Perempuan di Antara Pepohonan Jakaranda (Karya Agit Yogi Subandi) Perempuan di Antara Pepohonan Jakaranda (- inspirasi dari lukisan F.X. Teguh Prima) langit merah saga menjadi …
Puisi: Lelaki di Persimpangan Jalan (Karya Diah Hadaning) Lelaki di Persimpangan Jalan Tak ada yang bisa kau lakukan kata-kata telah khianati aksara bagaimana mungkin menata ulang mengalunginya de…
Puisi: Siapakah Kamu? (Karya Nadia Vale) Siapakah Kamu? Kamu siapa? Aku tak ingat dirimu Ya, aku t'lah lupa Kamu seperti api yang tak bisa menyatu Kuingat 'kan rasa sakitku …
Puisi: Surat untuk Jam yang Terluka (Karya Aisyah Putri) Surat untuk Jam yang Terluka Jam dinding menjatuhkan waktu pelan, satu per satu ke lantai ingatan angka-angkanya retak aku memungutnya tanpa suara ta…
Puisi: Ampuni Aku (Karya Amaya Quendrelina) Ampuni Aku Tuhan, bersimpuh saja tak cukup Rasanya aku terlalu kecil dari debu Dosa yang lebih kecil dari pasir Sebanyak itu salahku padamu Saat leng…
Puisi: Lelaki yang Terbuang (Karya Lia) Lelaki yang Terbuang Di tengah riuhnya pendar kembang api Lelaki itu hanya menatap datar dari seberang jalan Tak ada senyum ataupun tawa Hanya sunyi…
Puisi: 28 Januari (Karya Sindu Putra) 28 Januari (Devian Branitasandhini) Ibu melukiskan sayap basah rama-rama di dahimu kau menirunya! 24 jam! tanganmu menggoreskan tapa…
Puisi: Bosan (Karya Beni Setia) Bosan semacam apakah hidup ini? Rasanya kok bosan dan masam apa hanya cuilan mimpi? kokoh kelamin kupakai membajak dunia titik keringat dan tetesan m…
Puisi: Huruf-Huruf Menjepit (Karya Beni Setia) Huruf-Huruf Menjepit huruf-huruf menjepit tubuh tidurku mesin tik, elektrik menampar pipi menyuapkan mimpi "berhenti" teriak telepon bintan…
Puisi: Mendengar Kata Anak Alam (Karya Diah Hadaning) Mendengar Kata Anak Alam Bunga-bunga rumput di padang mekar sepanjang musim kehidupan mestikah kupindahkan musim kehidupan mestikah kupind…