Puisi: Dalam Kamar Kita (Karya Damiri Mahmud) Dalam Kamar Kita rupanya dalam kamar kita ada sebuah gua setiap mencari kita ke sana mengorek-ngorek tebing-tebingnya seseorang merasa kehilangan dan…
Puisi: Danau Singkarak (Karya Damiri Mahmud) Danau Singkarak tak ada ombak pun tak ada kanak berkejaran bersimburan menyelam ke dalam gaung gaibmu singkarak masuklah engkau ke dalam palu…
Puisi: Ujung Jarummu (Karya Damiri Mahmud) Ujung Jarummu ujung jarummu menusuk liang sunyiku darahnya mengalir ke mana-mana menjadi tinta dalam buku: mu terbaca bisu sekarang bukakan pintu aku…
Puisi: Hotel Siantar (Karya Damiri Mahmud) Hotel Siantar antar aku ke siantar sumatera sebuah gedung tua arsitektur olanda kaku namun teduh dan kukuh pilar-pilarnya membentang di hadapan kita …
Puisi: Bukittinggi (Karya Damiri Mahmud) Bukittinggi rentak kaki kuda di tengah kota bagai detak jantung kita membaca tanda adakah yang hilang ataukah hadir dalam kenangan kita? Analisis Pui…
Puisi: Ramadhan (Karya Damiri Mahmud) Ramadhan panaskan aku di tungku perapian ini biar terbakar lapar pupus haus menjalar seluruh pori panaskan badan di tungku mengelegak kobaran api bia…
Puisi: Ramadhan Malam (Karya Damiri Mahmud) Ramadhan Malam Malam dalam rakaat patah-patah Malam tengah malam huruf yang tertatih lelah Meniti hening Allah 23 Ramadhan 1431 Analisis Puisi : Pui…
Puisi: Malam Seribu Bulan (Karya Damiri Mahmud) Malam Seribu Bulan Unggas diam Pohon diam Angin diam Rumah diam Kota diam Istana diam Nafsu diam Diam hurufku Diam ejaku Diam bibirku Hati gemuruh me…
Puisi: Seekor Ular (Karya Damiri Mahmud) Seekor Ular Aku seekor ular melingkar-lingkar dalam dirimu aku meliliti kenanganmu dan mematuki hari depanmu engkau melolong mengaduh dan berupaya me…
Puisi: Fenomena Buka (Karya Damiri Mahmud) Fenomena Buka Masjid-masjid penuh Dapur-dapur gemuruh Meja makan hidangan riuh Perut penuh Menyimbur peluh Analisis Puisi: Puisi pendek berjudul &quo…
Puisi: Mengenang Chairil Anwar (Karya Damiri Mahmud) Mengenang Chairil Anwar Cril, biarkan sekali ini airmata kami tumpah di atas limpah sajakmu ketika suatu senja kau berjalan seorang diri mengenang sr…
Puisi: Menjadi Tanah (Karya Damiri Mahmud) Menjadi Tanah (sajak mei mei) "Aku hanya serabut halus dan lemah mencucuk menembus selangkang tanah merayap tak kenal lelah ketika buahmu membes…
Puisi: Kita Lupa (Karya Damiri Mahmud) Kita Lupa burung-burung menembang berkembangan dalam cuaca mimpi kita bulunya yang cantik menggelitik adakah engkau di sana sekali ia singgah dan mem…
Puisi: Semangat Palestina (Karya Damiri Mahmud) Semangat Palestina biar merangkak atau makan tanah kami akan tetap tegak tak menyerah biar makan kerak bersimbur darah kami tetap bergerak fisabilill…