Puisi: Mengenang Chairil Anwar (Karya Damiri Mahmud) Mengenang Chairil Anwar Cril, biarkan sekali ini airmata kami tumpah di atas limpah sajakmu ketika suatu senja kau berjalan seorang diri mengenang sr…
Puisi: Di Sisi Perigi Rumah Cut Nyak Dhien (Karya Damiri Mahmud) Di Sisi Perigi Rumah Cut Nyak Dhien cut aku menatap perigimu tak pernah kering dan surut seutas tali dan timba nyauk tetes airmu sejuk dan lembut cut…
Puisi: Aku Ingat Suatu Kali (Karya Damiri Mahmud) Aku Ingat Suatu Kali aku ingat suatu kali engkau berkata datanglah kembali ke rumah tua itu mematah-matah ranting memungut daun-daun berserakan di ha…
Puisi: Kami Kauhalau ke Lembah-Lembah ke Rumah Rimau (Karya Damiri Mahmud) Kami Kauhalau ke Lembah-Lembah ke Rumah Rimau (1) Dari manatah arah kumandang dipukul bertalu-talu orang-orang dari luhak dan urung maklum dan tahu L…
Puisi: Malam Seribu Bulan (Karya Damiri Mahmud) Malam Seribu Bulan Unggas diam Pohon diam Angin diam Rumah diam Kota diam Istana diam Nafsu diam Diam hurufku Diam ejaku Diam bibirku Hati gemuruh me…
Puisi: Jam Gadang (Karya Damiri Mahmud) Jam Gadang jam gadang begitu tenang di tengah anggukan delman istana bung hatta dan taman jam gadang adakah engkau menyimpan misteri pada angka romaw…
Puisi: Rohingya (Karya Damiri Mahmud) Rohingya rumah yang memberi kita daun pintu dan jendela bayangan muka tinggal mengeras pada bayangan kaca darah dan bumi menangis dalam kristal kamar…
Puisi: Menjadi Tanah (Karya Damiri Mahmud) Menjadi Tanah (sajak mei mei) "Aku hanya serabut halus dan lemah mencucuk menembus selangkang tanah merayap tak kenal lelah ketika buahmu membes…
Puisi: Di Jalan Bali Ada Tetes Bagai Hujan (Karya Damiri Mahmud) Di Jalan Bali Ada Tetes Bagai Hujan (pension wilhelmina oktober 1945) Lencana merah-putih tersemat di dada seorang pemuda lewat di muka pension wilhe…
Puisi: Kesaksian Seorang Penyair (Karya Damiri Mahmud) Kesaksian Seorang Penyair Aku sudah tulis apa yang aku bisa tulis dengan berbagai gaya dan kiasan arif membaca tanda-tanda tidak melakukan dosa-dosa …
Puisi: Cinta Rabiah (Karya Damiri Mahmud) Cinta Rabiah Rabiah, kau kecewa pada peradaban manusia buru-buru merujuk Tuhan bercinta gemerincing rebana dan tarian dendangan sepanjang jalan sebag…
Puisi: Kita Lupa (Karya Damiri Mahmud) Kita Lupa burung-burung menembang berkembangan dalam cuaca mimpi kita bulunya yang cantik menggelitik adakah engkau di sana sekali ia singgah dan mem…
Puisi: Aku tak Rindu (Karya Damiri Mahmud) Aku tak Rindu aku tak rindu seruling hafiz dan rumi tak kemaruk mabuk ibnul farid aku butakan mata atas kerlap singgasana simurgh ketika tiga puluh …
Puisi: Ramadhan Malam (Karya Damiri Mahmud) Ramadhan Malam Malam dalam rakaat patah-patah Malam tengah malam huruf yang tertatih lelah Meniti hening Allah 23 Ramadhan 1431 Analisis Puisi : Pui…
Puisi: Ramadhan Batu (Karya Damiri Mahmud) Ramadhan Batu batu dahulu bernama gua rumah margasatwa menyimpan rahasia karena tahu dan percaya batu tak pernah mau berkata batu senantiasa setia ai…