Puisi Rizal De Loesie

Puisi: Sekilas Senja Pengukir Rindu (Karya Rizal De Loesie)

Sekilas Senja Pengukir Rindu Hanya secangkir kopi, dari racikan hati harapku kau tuang di penghujung petang Kauaduk dari rasa cinta dan irama senja m…

Puisi: Menjadi Saujana (Karya Rizal De Loesie)

Menjadi Saujana Bara baka, adalah wujudku Pada lembaran hari yang kurajut Tak mungkin selesai Pijarnya kuasuh dalam nurani Paling dalam Menjadi sauja…

Puisi: Wajah Kekalahan (Karya Rizal De Loesie)

Wajah Kekalahan Aku bersujud pada nafasku kabut berlutut di dalam dada. Tanganku digembok gema, mulutku menetas mantra-mantra usang yang memijak sera…

Puisi: Menunggu Hujan (Karya Rizal De Loesie)

Menunggu Hujan Aku hanya berharap, suatu waktu nanti, segala yang pernah kuucapkan dalam diam datang seperti hujan— yang tahu kapan harus jatuh, meng…

Puisi: Pintu-Pintu Kemiskinan (Karya Rizal De Loesie)

Pintu-Pintu Kemiskinan Rintik kian deras, mencari celah di atap-atap, pada rongga yang menganga, menjelma rembes pembangkit kenangan Ini bukan sekada…

Puisi: Di Antara Lumpur yang Mereka Sisakan (Karya Rizal De Loesie)

Di Antara Lumpur yang Mereka Sisakan (untuk Aceh, Sumut dan Sumbar) Tidak ada yang benar-benar menjawab ketika air naik perlahan ke ambang pintu ruma…

Puisi: Luka yang Mereka Tutupi dengan Jas Rapi (Karya Rizal De Loesie)

Luka yang Mereka Tutupi dengan Jas Rapi (Untuk Aceh, Sumut dan Sumbar) Bencana itu tidak jatuh dari langit. Ia merembes pelan dari celah-celah keputu…

Puisi: Surat Angin ke Doha (Karya Rizal De Loesie)

Surat Angin ke Doha : buat putriku di Doha tawamu dulu riak di kening ingatan— ringan, memantul, tak kenal gagal kini kau menyeberangi cakrawala pasi…

Puisi: Cinta yang Tak Tumbuh Tepat Waktu (Karya Rizal De Loesie)

Cinta yang Tak Tumbuh Tepat Waktu Jika dunia ini sedikit saja melonggarkan bahunya, mungkin kita tak perlu memilih antara cinta dan pulang. Tapi bumi…

Puisi: Surat yang Tak Berani Kubuka Lagi (Karya Rizal De Loesie)

Surat yang Tak Berani Kubuka Lagi Aku pernah menulis surat untukmu, bukan untuk dikirim, hanya untuk memastikan bahwa aku masih hidup di dalam kata. …

Puisi: Resonansi Jiwa (Karya Rizal De Loesie)

Resonansi Jiwa Ada getaran lembut saat mata itu bertemu di ujung senja yang kita asuh dengan rasa Di meja masih ada sisa kopi, remah pisang keju yang…
© Sepenuhnya. All rights reserved.