Puisi Sherly Malinton

Puisi: Masih Bulankah Engkau? (Karya Sherly Malinton)

Masih Bulankah Engkau? Masih bulankah engkau? ketika pucat di pagi hari karena terlambat beranjak dari singgasanamu dan awan pun sedih melihat engkau…

Puisi: Adakah Kicau Burung Gereja Itu di Pagi Ini (Karya Sherly Malinton)

Adakah Kicau Burung Gereja Itu di Pagi Ini Adakah kicau burung gereja itu di pagi ini, Mama sehari kemarin ia berhenti menyanyi barangkali kehausan, …

Puisi: Akan! (Karya Sherly Malinton)

Akan! Esok lusa akan kumulai menulis puisi dengan tinta air samudra yang tak pernah kering Esok lusa akan kuserap semua gerak di jagat raya ini dan a…

Puisi: Sebait Puisi di Awal Tujuh Delapan (Karya Sherly Malinton)

Sebait Puisi Di Awal Tujuh Delapan Detak-detak jarum jam Bersatu dalam degup jantungku Seiring desahan hujan Dan dentang lonceng penghabisan Mengawal…

Puisi: Bunga Flamboyanku (Karya Sherly Malinton)

Bunga Flamboyanku Awan jingga bersembunyi di balik pelangi matahari tersenyum sendu menyelinap di balik semak rimbun angin tiba membelai taman mengel…

Puisi: Seorang Anak Mengigau dalam Tidur (Karya Sherly Malinton)

Seorang Anak Mengigau dalam Tidur, Karena Boneka Plastik Mainannya Pecah Dibanting Papa Ah jangan Papa, jangan! Sebenarnya boneka plastik itu tidak b…

Puisi: Doaku (Karya Sherly Malinton)

Doaku Ulangan umum berlalu sudah tanda berakhirnya keluh kesah hasil jerih payah selama setahun kini kunanti dengan tabah Ya, Tuhan aku bersujud di h…

Puisi: Antara Duka dan Cita-Cita (Karya Sherly Malinton)

Antara Duka dan Cita-Cita dalam remang cuaca nampak sejuta duka menghias bumi yang gersang dalam cerah sang surya menebar harapan penuh cita-cita di …

Puisi: Doa Yatim Piatu (Karya Sherly Malinton)

Doa Yatim Piatu Tuhan beri aku Mama Tuhan beri aku Papa Amin ....! Sumber: Bunga Anggrek untuk Mama (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1981) Analisis Puisi:…

Puisi: Sajak untuk Papa (Karya Sherly Malinton)

Sajak untuk Papa Papa, adakah kau serta menghuni hatiku? Tatkala haus merasuk dahagaku kering, tandus menyerpih duka .... Papa, adakah namaku tertera…

Puisi: Untuk Penjual Koran (Karya Sherly Malinton)

Untuk Penjual Koran Sahabat, apakah kau tak pernah lelah seharian berdiri di jalan-jalan dalam hujan debu dan asap-asap kendaraan? Suaramu menggugah …
© Sepenuhnya. All rights reserved.