Puisi: Epitaf (Karya Adri Darmadji Woko) Epitaf Pohon yang ditanam ini kelak akan dipetik buahnya oleh anak cucu kita sambil senantiasa mengulang-ulang perkataan yang sama: "Inilah buah…
Puisi: Ada Julur-Julur Putih Berwarna (Karya Adri Darmadji Woko) Ada Julur-Julur Putih Berwarna dari Takikan-Takikan Menetes Satu Dua Merambati Sepi yang Senantiasa bagai Bunga Bagai bunga yang dirambati sepi yang …
Puisi: Kaulihat Saya (Karya Adri Darmadji Woko) Kaulihat Saya waktu mandi, Kaulihat saya, ya tidak waktu berak, Kaulihat saya, ya tidak waktu bersetubuh, Kaulihat saya, saya lupa Kau waktu tidur, K…
Puisi: Seekor Kupu-Kupu Menggelepar di Jalan Raya (Karya Adri Darmadji Woko) Seekor Kupu-Kupu Menggelepar di Jalan Raya Menggelepar di jalan raya seekor kupu-kupu ketika hari siang. Udara membasahkan baju. Seekor kupu-kupu men…
Puisi: Di Bukit (Karya Adri Darmadji Woko) Di Bukit Aku ingin berlari perbukitan itu, merayap antara gerum- bul, menemukan dirimu mereguk air danau. Lamat-lamat pepohonan itu bergerak dan asap…
Puisi: Bel Berdering Adakah Kau Tahu (Karya Adri Darmadji Woko) Bel Berdering Adakah Kau Tahu ada pesawat jet ketika kutulis sajak ini ada dering tilpun ketika diam-diam kutulis sajak ini ada yang tidak kumengerti…
Puisi: Seminggu di Banten Selatan (Karya Adri Darmadji Woko) Seminggu di Banten Selatan BERSAMA naik truk menyisir Teluk Lada, kulihat bapak itu berpegangan pada tumpukan barang dengan wajahnya mengeras diterpa…
Puisi: Doa (Karya Adri Darmadji Woko) Doa Sebuah kartu pos bergambar Yesus dengan luka pada lambung-Nya saya kirimkan "Yang, tak ada yang lebih menyakitkan daripada kat…
Puisi: Aku Ada Bersama (Karya Adri Darmadji Woko) Aku Ada Bersama Angin menggigilkan pepohonan, angin menggigilkan lelampuan jalan, angin menerbangkan kemarau, mengepak-kepakkan sayap rindu. Aku ada …
Puisi: Tiada Lagi Kata-Kata Bersayap Bulan (Karya Adri Darmadji Woko) Tiada Lagi Kata-Kata Bersayap Bulan, Atau Langit Tinggi untuk Mencoba Merayumu Jika aku mesti berterus terang, baiklah, tidak ada lagi yang kusembuny…
Puisi: Seekor Angsa Berenang dalam Kolam (Karya Adri Darmadji Woko) Uah, Uah, Seekor Angsa Berenang dalam Kolam, Sunyi Telah Menaboki Batok Kepalanya, Karena Angsa Itu Perlu Mencelupkan Kepalanya ke Dalam Air. Sunyi d…
Puisi: Seh Siti Jenar (Karya Adri Darmadji Woko) Seh Siti Jenar rupanya aku harus menjadi cacing kembali menggeliat-geliat di kota Jakarta lalu kudengar seorang wali berkata: "jangan ada orang …
Puisi: Kata Orang (Karya Adri Darmadji Woko) Kata Orang inilah konon kata orang: meniuplah sangkakala dan muncullah burung …
Puisi: Telah Haus Bulan, Membawa Sepi yang Berat (Karya Adri Darmadji Woko) Telah Haus Bulan, Membawa Sepi yang Berat Dinginnya telah datang mengusir angin. Dinginnya telah datang mendatangkan kepingin. Dinginnya telah datang…
Puisi: Sebuah Rumah di Jepara (Karya Adri Darmadji Woko) Sebuah Rumah di Jepara Barangkali aku akan merindukan lagi sebuah rumah yang sunyi, jalan sepi setapak di sebuah desa di Jepara Barangkali aku akan m…