Puisi: Seh Siti Jenar (Karya Adri Darmadji Woko) Seh Siti Jenar rupanya aku harus menjadi cacing kembali menggeliat-geliat di kota Jakarta lalu kudengar seorang wali berkata: "jangan ada orang …
Puisi: Di Negeri yang Indah (Karya Adri Darmadji Woko) Di Negeri yang Indah Di negeri yang indah rakyat hidup alakadarnya: bertani, karena memang harus bertani mencari ikan, karena memang nelayan pegawai,…
Puisi: Lagi-Lagi tentang Maut (Karya Adri Darmadji Woko) Lagi-Lagi tentang Maut, Yang Kadang-Kadang Terasa Cuma Sepeda Jauhnya di Depan, Benarkah? bau kemenyan itu gelagat yang tak terelak. : tukang jagal y…
Puisi: Ia yang Memanggil Namaku (Karya Adri Darmadji Woko) Ia yang Memanggil Namaku Ia yang memanggil namaku datangnya bagai dari pucuk cemara bergaunglah suaranya setelah semenjak lama aku tak mengenal dan t…
Puisi: Gelang Sipaku Gelang (Karya Adri Darmadji Woko) Gelang Sipaku Gelang barangkali kita tak akan ketemu lagi: sayonara pula barangkali kita mungkin akan tidak ketemu lagi: sampai esok pula barangkali …
Puisi: Rumah Kaca (Karya Adri Darmadji Woko) Rumah Kaca di kamar-kamar semua hampa semua telanjang tanpa jiwa sampai pun mimpi jelas sekali tanpa jiwalah dalam doa: apabila hariku sampai entah k…
Puisi: Jalan Setapak (Karya Adri Darmadji Woko) Jalan Setapak Berapa puluh tahun sawah dan pekarangan menghidupi keluarga simbah dan cucu menikmati hasil bumi mengukur jarak dari dukuh ke pasar kec…
Puisi: Dongeng buat Si Kecil (Karya Adri Darmadji Woko) Dongeng buat Si Kecil Seng yang keras memandang matahari yang terbit dari timur: "Kamu selalu memanasi saya se- habis malam-malam keding…
Puisi: Saya akan Mengenali (Karya Adri Darmadji Woko) Saya akan Mengenali saya akan mengenali sesuatu berada di dekat tungku saya akan mengenali sesuatu berada di dekat kamarmu saya akan mengenali sesuat…
Puisi: Tukang Kebun (Karya Adri Darmadji Woko) Tukang Kebun dengan gunting baja ia sibuk memotong rumput- rumputan di halaman rumahmu dan memberikannya pada kambing yang beriringan ke pembantaian.…
Puisi: Pohon Cemara Menjulang Tinggi (Karya Adri Darmadji Woko) Pohon Cemara Menjulang Tinggi Bagai Mencakar Langit pohon cemara menjulang tinggi bagai mencakar langit dengan angkuhnya menembus kabut yang melilit …
Puisi: Di Toko Kelontong (Karya Adri Darmadji Woko) Di Toko Kelontong Lewat etalase aku mendapatkan diriku memakai seragam tentara dan siap berperang di atas kotak papan catur. Di sana aku siap membidi…
Puisi: Malam Sepanjang Langkah (Karya Adri Darmadji Woko) Malam Sepanjang Langkah Sudah jam berapa hari? Sepi juga di udara. Tak ada bunyi gagak. Tak ada bunyi merak . Tidak ada juga bunyi burung pekuburan. …
Puisi: Sajak Kaca Cermin (Karya Adri Darmadji Woko) S ajak Kaca Cermin Aku telah menyimpan seluruh usiamu. Apa pun yang telah kau perbuat. Aku tak berbasa-basi kalau kau pun tidak. Mengapa kaubisa meli…