Puisi: Menemui Negeri Leluhur (Karya Herwan FR) Menemui Negeri Leluhur menemui negeri leluhur, negeri yang lapang bagi segala kesuburan, aku belajar lagi mengenal deru gelombang, amis ikan, lirik s…
Puisi: Ada Daun Gugur (Karya Ajamuddin Tifani) Ada Daun Gugur lalu i’tibar itu berserakan: keserakahan, peperangan, daun gugur yang menguning, dan hujan yang ungu dan air sungai yang kelabu dan aw…
Puisi: Apologis (Karya Rita Oetoro) Apologis sia-sia — ketika aku harus meniti tangga-tangga yang begitu panjang — yang bernama tradisi (where does discontent start? you are warm enough…
Puisi: Pantun Nasihat (Karya Tri Astoto Kodarie) Pantun Nasihat Perahu berlayar menuju pulau Angin mendorong arah buritan Hilangkan rasa jemu dan galau Belajarlah untuk terampil dan cekatan S u mb e…
Puisi: Ziarah Pagi (Karya Tri Astoto Kodarie) Ziarah Pagi lelah yang membawaku menuju pekuburan waktu dan suara rintih angin dalam desau yang dingin untuk siapa ziarah ini jika gelisah yang dituj…
Puisi: Bunga Kertas (Karya Tri Astoto Kodarie) Bunga Kertas belasan tahun diterbangi debu belasan tahun tegak kaku hanya warna memudar dengan kawat melingkar bunga itu peninggalan orang tua sepert…
Puisi: Suara (Karya Gunoto Saparie) Suara suara siapakah itu gerangan sesekali tersekat dalam duka? ketika hujan luruh tiba-tiba apakah suara-Mu sayup di kejauhan? suara siapakah itu me…
Puisi: Bayang [Aku] Maut (Karya Muhammad Rois Rinaldi) Bayang (Aku) Maut Pada akhirnya kau takkan sanggup temukanku antara puing percumbuan di kota yang kutinggalk…
Puisi: Dalam Dzikir Rinduku (Karya Joshua Igho) Dalam Dzikir Rinduku Dalam dzikir rinduku tak henti kuseru namamu hingga butir-butir tasbih berjatuhan, menghamburkan doa-doa ke alamatm…
Puisi: Mengulur Tangan (Karya Mohammad Diponegoro) Mengulur Tangan (Puitisasi terjemahan al-Qur’an : Al-Ma'un) Pernahkah kautahu siapa pendusta agama? Merekalah yang mengusir anak-anak yatim Dan e…
Puisi: Malam Kesatu (Karya Iyut Fitra) Malam Kesatu seperti bulan yang lalu melintas tak terdekap kutulis lagi cerita yang sama: kita dua angsa putih gamang berlayar menabuhkan kelahiran m…
Puisi: Ronggeng Selendang Hijau Pupus Pisang (Karya Badruddin Emce) Ronggeng Selendang Hijau Pupus Pisang untuk Kang Ahmad Tohari Pelajaran pertama segera berakartunjang. Karang menjulang diusap angin saban hari Mungk…