Puisi: JBL (Karya Rusli Marzuki Saria) JBL Cintapun selalu hadir bersama diri yang mencari dan lahir dengan kehidupan membunga di tangan. Hiduppun selalu hadir bersama kemiskinan dan lapar…
Puisi: Menara (Karya Rusli Marzuki Saria) Menara Bila bulan tanduk kerbau mengintai di balik pintu surau Bergegaslah nenek menyandang telekung suaranya parau Hari-hari diburu kerja, ke sawah …
Puisi: Laki-Laki yang Pergi Rodi dalam Cerita Kepala Si Talang (Karya Rusli Marzuki Saria) Laki-Laki yang Pergi Rodi dalam Cerita Kepala Si Talang Ketika engkau berangkat yang tinggal hanya aroma. Di atas bendul rumah gedang – jejak cakar a…
Puisi: Non Tematis (Karya Rusli Marzuki Saria) Non Tematis Asal kata bermula dari desis kemudian membuat tema kecil saja. Kata ramai-ramai diberi muatan. Desis terbungkuk-bungkuk dan batuk. Desis.…
Puisi: Jalanan Kampung (Karya Rusli Marzuki Saria) Jalanan Kampung Jalanan kampung Gonjong surau kampung Di pintu garin mencibir Di mulutnya kumat-kamit takbir Jalanan kampung Kias kata memercik di te…
Puisi: Beri Aku Tambo (Karya Rusli Marzuki Saria) Beri Aku Tambo Jangan Sejarah Aku tak tahu apa nasib Imbang Jaya setelah pergumulan malam Sang puteri rait entah ke mana di abad abad yang tenggelam …
Puisi: Kuminta Hari-Hari Berani Menguakkan Daun Pintu (Karya Rusli Marzuki Saria) Kuminta Hari-Hari Berani Menguakkan Daun Pintu kuminta hari-hari berani menguakkan daun pintu terjang angin kijang lari putih matamu di gua pertapaan…
Puisi: Sendiri-Sendiri (Karya Rusli Marzuki Saria) Sendiri-Sendiri Sebaris-Sebaris Hari Jumat yang tenang belibis turun berenang Tuhan berfirman dalam Qur'an Muhammad berpesan dalam Hadits Kita me…
Puisi: Aku di Luar Garismu (Karya Rusli Marzuki Saria) Aku di Luar Garismu Aku di luar garismu tak masuk hitungan Yang berangkat di tengah malam menemu hujan Jatuh dari tingkap berdiri kembali tersedu Men…
Puisi: Beri Aku (Karya Rusli Marzuki Saria) Beri Aku Beri aku cinta yang sederhana, sayang Cinta yang tergantung di daun-daun Cinta yang menyembul di runcing-runcing ilalang Cinta yang mengalir…
Puisi: Terima Kasih (Karya Rusli Marzuki Saria) Terima Kasih Pengalaman yang jujur bawalah aku kepada lembah-lembah dalam tak bertara dimana mataair kepenyairan takkan kering di kemarau lama. Penga…
Puisi: Interpretasi (Karya Rusli Marzuki Saria) Interpretasi (In Memoriam Boris Paternak) Sajak adalah tangan-tangan yang bekerja Sajak adalah parang penebas hutan Sajak adalah cerana Sajak adalah …
Puisi: Napas Senin-Kamis (Karya Rusli Marzuki Saria) Napas Senin-Kamis Tiap tahun kupotretkan wajah penuh tutuan Senyum sinis badan penuh kudisan Walau sinar bulanmuda lama tak singgah Kelentong-kelente…
Puisi: Tonggak Tua (Karya Rusli Marzuki Saria) Tonggak Tua Tonggak tua digirik kumbang berlobang di tengah-tengah Warga rumah gedang ini cuma mendoa tasbih di tangan Demi rantau dan kotanya, betap…
Puisi: Mereka Bawa Getah Nangka dan Senjata (Karya Rusli Marzuki Saria) Mereka Bawa Getah Nangka dan Senjata hunjamkan ke hulu hati parewa lembing tajam ketika kemarau meretak ekor kerbau, cabutlah! di pintu rumah gedang …
Puisi: Perian (Karya Rusli Marzuki Saria) Perian Kusandang juga perian ini naik tebing dan lembahnya Sebab kemarau berdatangan dengan wajah ungu Bawalah aku kepada mata air beningmu di telaga…
Puisi: Gunjing (Karya Rusli Marzuki Saria) Gunjing Selalu kau bicara hidup bercermin air kulah Datar jalan ke surau baginya hidup tak mengalah Sebelum adzan bergema dari menara Mesjid kita Kit…