Puisi: Kita Bisu Saja Seperti Patung (Karya Rusli Marzuki Saria) Kita Bisu Saja Seperti Patung Kita bisu saja seperti patung melihat tragedi sekarang Kita tak bisa percayai diri kita sendiri — dari sekian makna Mak…
Puisi: Aku Ingin Sendiri Lagi (Karya Rusli Marzuki Saria) Aku Ingin Sendiri Lagi aku ingin sendiri lagi menyimak angin menyimak layang-layang tengah hari kukemas padang-padang luas terbentang ku berkemas ket…
Puisi: Terkenang Kembali (Karya Rusli Marzuki Saria) Terkenang Kembali Seperti Hamlet. Kuda-kuda telutuk mainan masa kanakku Terlantar dari rumah ibutiri yang satu ke rumah ibutiri yang lain Beban nasib…
Puisi: Tetaplah Bersamaku (Karya Rusli Marzuki Saria) Tetaplah Bersamaku Tak ada yang lebih baik dari menyinta Dalam rimba perburuan. Kijang pun telah tua Tetaplah bersamaku: jalan rintisan, lembah dan n…
Puisi: Perjalanan Jauh (Karya Rusli Marzuki Saria) Perjalanan Jauh Perjalanan jauh mendobrak usia jadi tua Terasa tali mengikat kami rapuh dan putus Sajak biru lama kukantongi di saku celana Sajak keh…
Puisi: Jabat Tangan (Karya Rusli Marzuki Saria) Jabat Tangan Derita berwajah tua Harapan di dada, anak ditimang dan bengkalai kerja Bila jubah imam menepis tipis di mimbar Hari berangin daun-daun p…
Puisi: Desa Kehadiran (Karya Rusli Marzuki Saria) Desa Kehadiran Gereseh daun bambu debu diputar limbubu Lamalah duka lekang dibakar matahari tiap hari Lewat kandang kerbau datar jalan ke sawah Siula…
Puisi: Selamat Malam Ya, Malaikat, Selamat Malam Ya, Tuhan (Karya Rusli Marzuki Saria) Selamat Malam Ya, Malaikat, Selamat Malam Ya, Tuhan Ada bulan lingkar ketiding bagai tersenyum pelan-pelan padaku. Serasa aku balik 19 tahun Erlin ma…
Puisi: Kuundang Gerimis (Karya Rusli Marzuki Saria) Kuundang Gerimis Di tengah padangmu yang luas Kabut menipis, dan burung-burung pun mericis Dalam sarang Kuundang malam Lengang rebahkan …
Puisi: Langit. Awan. Angin (Karya Rusli Marzuki Saria) Langit. Awan. Angin Ada langit. Awan. Angin Algojo Nero modern Kultus orang seorang Dupa pemujaan Kemarau gugurkan daun-daun Pepohonan Cucu Yudas fit…
Puisi: Sebuah Kehadiran (Karya Rusli Marzuki Saria) Sebuah Kehadiran (1) kepada Leon Agusta rumah dengan sarang panah unggun bermula dari kekinian padaku datang rangsang berbenah tapi aku waspada jalan…
Puisi: Ketemu Umbu Landu Paranggi (Karya Rusli Marzuki Saria) Ketemu Umbu Landu Paranggi di denpasar berjumpa umbu anak sumba lama di yogya hei, apa kabar – baik-baik saja saya sudah punya istri insinyu…
Puisi: Kesadaran (Karya Rusli Marzuki Saria) Kesadaran Mencucuk kesadaran ini kepada yang akan datang Kenyataan bicara kepadamu kepada kita Lewat jari-jari putus asa telah jadi darah dagingnya M…
Puisi: Ketika Bertemu (Karya Rusli Marzuki Saria) Ketika Bertemu Ketika itu kami bertemu dekat jalanan Surau Kampung Saling mengangguk, lalu dia terus berjalan Aku bagai kerangka sangkar memandang ke…
Puisi: Guruh Tengah Hari (Karya Rusli Marzuki Saria) Guruh Tengah Hari Kalau mata sudah bertatapan mata Jamahan tangan waktu yang aneh terasa panasnya Isteriku memandang, di matanya terbayang: Kami tid…
Puisi: Ada Ratap Ada Nyanyi (Karya Rusli Marzuki Saria) Ada Ratap Ada Nyanyi Di kedai-kedai kopi tua Sepanjang jalanan kecil desa Ada ratap ada nyanyi Di kedai-kedai kopi tua Sepanjang jalanan kecil desa A…
Puisi: Jemarimu Menggelitik (Karya Rusli Marzuki Saria) Jemarimu Menggelitik Jemarimu menggelitik pelatuk bedil itu Kita semua memandangnya. Terlepas dari soal manusia Ah, prajurit buruan di lembah ini ber…