Puisi Tri Astoto Kodarie

Puisi: Biarkan Layar Berkibar (Karya Tri Astoto Kodarie)

Biarkan Layar Berkibar biarkan layar berkibar bersama angin melambai-lambai di langit lepas karena kemerdekaan seperti perahu-perahu yang melesat di …

Puisi: Pantun Kerendahan Hati (Karya Tri Astoto Kodarie)

Pantun Kerendahan Hati Berbekal jagung pergi ke ladang Bawalah cangkul tak lupa sabit Bersikap rendah diri mulai sekarang Bukalah hati agar hidup tak…

Puisi: Dermaga (Karya Tri Astoto Kodarie)

Dermaga sudah kuhitung dengan jari-jari gemetaran perahu-perahu yang bersandar atau buih-buih ombak yang lamban berpacu padahal pohon-pohon nyiur pun…

Puisi: Mata Laut (Karya Tri Astoto Kodarie)

Mata Laut kuingin gelombang pasang malam ini dapat berubah menjadi bintang-bintang menerangi ikan-ikan yang bermain di arus atau geliat nafasmu yang …

Puisi: Pantun Nasihat (Karya Tri Astoto Kodarie)

Pantun Nasihat Perahu berlayar menuju pulau Angin mendorong arah buritan Hilangkan rasa jemu dan galau Belajarlah untuk terampil dan cekatan S u mb e…

Puisi: Ziarah Pagi (Karya Tri Astoto Kodarie)

Ziarah Pagi lelah yang membawaku menuju pekuburan waktu dan suara rintih angin dalam desau yang dingin untuk siapa ziarah ini jika gelisah yang dituj…

Puisi: Bunga Kertas (Karya Tri Astoto Kodarie)

Bunga Kertas belasan tahun diterbangi debu belasan tahun tegak kaku hanya warna memudar dengan kawat melingkar bunga itu peninggalan orang tua sepert…

Puisi: Hujan Meminang Badai (Karya Tri Astoto Kodarie)

Hujan Meminang Badai ceritakan padaku tentang mendung atau petir yang melantangkan kidung menitikkan air mata aku lupa membawa peta jika kabut dan hu…

Puisi: Zikir (Karya Tri Astoto Kodarie)

Zikir tuhan, beri aku langkah agar dapat kukejar bayang-Mu yang memintas semesta tuhan, beri aku kenyang sepiring nasi dan ikan kering penawar kegeli…

Puisi: Dahaga (Karya Tri Astoto Kodarie)

Dahaga mulutku kering dituntun kemarau-Mu menuju padang luas matahari sendiri, sampai puncak sepiku bisakah aku menopang kemarau-Mu yang taburi jiwak…

Puisi: Bulan Terbentur Gelombang (Karya Tri Astoto Kodarie)

Bulan Terbentur Gelombang ada bulan pucat dipermainkan gelombang menari di lekuk dinginnya malam ada lelaki pucat telanjang dada mengayuh sampan daun…

Puisi: Pelayaran Menuju Senja (Karya Tri Astoto Kodarie)

Pelayaran Menuju Senja Masih tersisa bau amis di geladak. Mungkin takdir saat angin bermain gelombang seperti bercinta antara ada dan tiada tanpa keg…

Puisi: Kota Kecil (Karya Tri Astoto Kodarie)

Kota Kecil pada suatu kota kecil aku menggigil mengingat makam-makam tua yang dalam mimpi selalu bersua pada suatu kota kecil ingin kurajut angin dar…

Puisi: Mendengarkan Gerimis Sebelum Subuh (Karya Tri Astoto Kodarie)

Mendengarkan Gerimis Sebelum Subuh tidurku menjadi semacam laut tak bergelombang pelayaran tertunda karena kecemasan dermaga mercusuar telah mati di …

Puisi: Lagu Rerumputan (Karya Tri Astoto Kodarie)

Lagu Rerumputan dan langit berawan membagi sedih angin mendesah menikam perlahan menuai asa di padang-padang basah tak juga selesai melipat kenangan …

Puisi: Selat Makassar Suatu Malam (Karya Tri Astoto Kodarie)

Selat Makassar Suatu Malam dari sini aku mesti memulai lagi menggeliatkan diri sambil menyongsong tanya yang tak mungkin kutolak dengan segala kesang…
© Sepenuhnya. All rights reserved.